The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pemprov DKI Jakarta Bantah Jika Formula E Boroskan APBD
Dokumentasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo dalam konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Lapangan Monas, Jumat (20/9/2019). ANTARA/Livia Kristianti/aa. (Antara/Livia Kristianti)
News

Pemprov DKI Jakarta Bantah Jika Formula E Boroskan APBD

Rabu, 29 September 2021 23:58 WIB 29 September 2021, 23:58 WIB

INDOZONE.ID - Pemprov DKI Jakarta membantah ajang balapan mobil listrik Formula E di Ibu Kota terseub merupakan memboroskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), malah lomba itu memberikan manfaat ekonomi.

Dalam dokumen klarifikasi Formula E yang dikeluarkan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik DKI Jakarta pada laman Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta, Rabu (29/9), disebutkan bahwa hampir semua pergelaran dunia, mulai Asian Games, Olimpiade, Formula 1, MotoGP hingga Formula E membutuhkan dana dari pemerintah.

"Asian Games 2018, MotoGP Mandalika Maret 2022, dan Formula E Juni 2022 bukan pemborosan APBN/APBD, karena memberikan manfaat ekonomi dan reputasi yang luar biasa bagi Indonesia," tulis Pemprov DKI dikutip dari ANTARA.

Pada pernyataan tersebut menjelaskan, untuk manfaat ekonomi dari Formula E, dijelaskan dapat memberikan stimulus ekonomi dan multiplier efek.

Baca juga: Pemerintah China Bunuh 3 Kucing Rumahan Akibat Terpapar COVID-19

Selain itu, ada manfaat reputasi, citra Indonesia dan Jakarta akan semakin baik di dunia dari Formula E, sehingga bisa menstimulus turis dan investasi.

Selain itu, Pemprov menyatakan tidak ada dana bersumber dari APBD untuk penyelenggaraan ajang Formula E beberapa tahun ke depan, selain komitmen fee sejumlah Rp560 miliar (untuk tiga tahun).

Namun akibat pandemi, dijelaskan telah dilakukan review ulang atas semua kerja sama Formula E di semua kota. Hasil kesepakatan baru antara Jakpro dengan FEO, adalah periode pelaksanaan disesuaikan menjadi 3 tahun, yaitu 2022, 2023, dan 2024.

Untuk biaya komitmen fee yang telah dibayarkan sebesar Rp560 miliar itu, Pemprov menyebut bukan hanya untuk tahun pertama penyelenggaraan, namun semua tahun. Biaya itu dibayarkan sebelum adanya pandemi COVID-19, yakni pada 2019.

"Tidak ada lagi tambahan biaya dari APBD untuk pelaksanaan Formula E, baik untuk 2022, 2023 dan 2024. Biaya pelaksanaan per tahun sekitar Rp150 miliar, tidak dibayar oleh APBD tapi akan bersumber dari sponsorship yang akan dilakukan oleh Jakpro," tulis Pemprov.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US