The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pemerintah Yogyakarta Siapkan Aturan Larangan Konsumsi Daging Anjing
instagram/dog.lovers_kennel
News

Pemerintah Yogyakarta Siapkan Aturan Larangan Konsumsi Daging Anjing

Sabtu, 21 September 2019 14:57 WIB 21 September 2019, 14:57 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan siapkan peraturan tentang larangan untuk mengkonsumsi daging anjing. Peraturan ini sebagai tindak lanjut atas deklarasi perlindungan hewan domestik dan pencegahan zoonosis yang dilakukan pada awal tahun.

anjing
ilustrasi/pixabay

“Aturan tersebut akan berbentuk peraturan wali kota. Rancangannya sudah kami masukkan ke Bagian Hukum awal pekan ini. Mudah-mudahan bisa segera ditetapkan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto di Yogyakarta.

Sugeng mengatakan di Yogyakarta sendiri masih ada beberapa tempat makan yang menyajikan menu dari daging anjing.

“Karena peraturan ini adalah peraturan wali kota, maka tidak mengatur tentang sanksi jika ada temuan konsumsi daging anjing. Sifat dari peraturan ini adalah memberikan edukasi lebih luas ke masyarakat terkait dampak negatif konsumsi daging anjing,” ujar Sugeng.

Sugeng mengatakan jika tidak ada undang-undang atau peraturan yang melarang untuk mengkonsumsi daging anjing.

daging anjing
instagram/robypranatadores

“Yang ada hanya KUHP. Itupun mengatur jika ada kekerasan terhadap hewan, bukan larangan konsumsi daging anjing,” ucapnya.

Sugeng menilai bahwa peraturan itu bersifat edukasi kepada masyarakat dengan harapan masyarakat yang masih mengkonsumsi daging anjing bisa mengurangi tingkat konsumsi atau bahkan menghentikannya.

Anjing sendiri adalah hewan domestik yang berhak mendapatkan perlindungan dan penghentian perdagangan daging anjing, terlebih dalam hal konsumsi. Selain itu, peraturan ini ditujukan untuk menanggulangi zoonosis di Yogyakarta.

daging anjing
ilustrasi/pixabay

Selain untuk menanggulangi zoonosis, peraturan ini muncul dari kekhawatiran anjing yang dapat menyebarkan rabies. Karena anjing datang dari wilayah yang belum dinyatakan sebagai daerah bebas rabies padahal Kota Yogyakarta adalah wilayah yang sudah dinyatakan bebas rabies.

“Terkadang, ada perlakuan yang kurang baik terhadap anjing yang akan dikonsumsi. Mereka dibunuh dengan cara yang kejam,” uajr Sugeng.

Selain larangan konsumsi daging dan perdagangan anjing, peraturan itu juga memuat ketentuan tentang kesejahteraan dan penanganan anjing. Sugeng mencontohkan penanganan anjing dilakukan dengan cara memberikan kalung atau tali kekang saat pemilik dan anjing berjalan di lingkungan atau tempat umum untuk mengurangi potensi gigitan anjing.

anjing
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Di tahun 2019, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mencatat ada enam kasus gigitan anjing. Untungnya, gigitan itu tidak ada yang mengarah pada penularan rabies.

Anjing yang menggigit akan diobservasi dan dikarantina selama 14 hari untuk memastikan kondisi kesehatan hewan. Anjing yang terkena rabies biasanya menunjukkan berbagai gejala seperti mulut berbusa, takut dengan cahaya matahari dan ekor yang selalu terselip di kaki belakang.

“Jika positif rabies, maka anjing akan diobati. Tetapi jika tidak sembuh maka jalan yang ditempuh adalah eutanasia,” kata Sugeng.

 

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Indozone
Putri
Putri

Putri

Writer
Putri

Putri

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US