Hasil Pertemuan RI-Jepang, Proyek MRT Fase II dan III Segera Dilanjut
Menhub Budi Karya (kanan) dan Pimpinan Delegasi Japinda, MR Fukuda Yasuo (kiri). (BKIP Kemenhub)
News

Hasil Pertemuan RI-Jepang, Proyek MRT Fase II dan III Segera Dilanjut

Jumat, 22 November 2019 08:03 WIB 22 November 2019, 08:03 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase II (Bundaran HI-Ancol Timur) dan Fase III (koridor timur-barat, Cikarang-Balaraja) segera dilanjutkan. 

Budi Karya mengatakan, MRT Fase II saat ini masih dalam tahap finalisasi desain dan diharapkan dapat dimulai pembangunannya tahun depan.

Sedangkan untuk MRT Fase III, ia  menyebut saat ini masih dalam tahap studi dan diharapkan dapat dimulai pembangunannya pada 2022 mendatang. 

Adapun kebutuhan pendanaan untuk proyek MRT Fase II, Budi Karya menyebut membutuhkan anggaran kurang lebih Rp15 triliun dan untuk MRT Fase III sekitar Rp30 triliun.

Hal-hal itu terungkap dari usai pertemuan antara Menhub Budi Karya Sumadi dengan delegasi bisnis Jepang yang tergabung dalam Japan Indonesia Association (Japinda) yang dipimpin oleh mantan PM Jepang Fukuda Yasuo di kantor Kementerian Perhubungan, Kamis (21/11).

Budi Karya mengungkapkan, selain membahas proyek-proyek kelanjutan MRT, dirinya juga membahas proyek kerja sama transportasi lainnya dengan Jepang, yakni proyek Pelabuhan Patimban dan juga Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. 

"Banyak proyek yang kita bahas yaitu tentang MRT, Pelabuhan Patimban, Kereta Jakarta-Surabaya, dan peluang kerja sama dalam dukungan sektor  transportasi di destinasi wisata super prioritas 5 bali baru, dan lain sebagainya,” ungkap Budi Karya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (22/11). 

Terkait kerja sama proyek pelabuhan Patimban, Budi Karya menjelaskan bahwa pelabuhan itu sudah akan beroperasi tahun depan, dengan kerja sama pengelolaan terminal pusat ekspor-impor kendaraan atau produk otomotif (car terminal). 

Sedangkan terkait proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya, pembangunannya dimulai pada tahun 2022 dan ditargetkan selesai 2026 atau lebih cepat.

Selain ketiga proyek itu, Budi Karya juga membicarakan peluang kerjasama proyek-proyek lainnya seperti pembangunan Bandara Bali Utara, pengelolaan Bandara Sam Ratulangi Manado, pengelolaan pelabuhan Kuala Tanjung, dan pembangunan infrastruktur transportasi di Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur seperti pengembangan Bandara Balikpapan dan pembangunan jalur kereta api bertenaga listrik sepanjang 40-50 kilometer dari Balikpapan ke Ibu Kota Negara. 

Budi Karya juga membahas mengenai kesempatan tenaga kerja Indonesia di sektor transportasi seperti pilot dan nakhoda yang bisa punya kesempatan untuk bekerja di Jepang.

“Semoga peluang kerja sama ini memberikan dampak yang baik bagi proyek strategis sektor transportasi di Indonesia,” pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Yulia Marianti
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU