Warga Ponorogo Dikabarkan Mengungsi Karena Isu Kiamat, Benarkah?Ilustrasi

Warga Ponorogo Dikabarkan Mengungsi Karena Isu Kiamat, Benarkah?

INDOZONE.ID - Beredar informasi bahwa 52 warga Dusun Krajan, Desa Watubonang, Ponorogo, pindah ke Kabupaten Malang karena mendengar isu bahwa kiamat akan datang. Puluhan orang yang pindah yaitu 16 kepala keluarga, terdiri dari 29 laki-laki, 23 perempuan, dan sepuluh anak-anak.

Kabar ini dikonfirmasi oleh Camat Badegan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Ringga Irawan dan dibenarkan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni. Dia mengatakan bahwa warga pindah ke sebuah pondok pesantren karena yakin pondok itu tidak terkena kiamat.

"Mereka percaya akan ada kiamat dan kalo di pondok itu enggak ikut kiamat," ujar Ipong dilansir dari Viva. Namun, hal ini dibantah oleh Camat Kasembon Kabupaten Malang, Hendra Trijahjono.

Dia mengatakan 52 warga pindah dari Ponorogo menuju Kabupaten Malang bukan karena isu kiamat, tapi persiapan menjelang bulan Ramadan.

"Memang ada jemaah-jemaah di sana. Itu [berdasarkan] keterangan dari pondok [pesantren], persiapan jelang kegiatan bulan Ramadan. Peningkatan jemaah biasa terjadi setiap tahun jelang bulan Ramadan," kata Hendra, Rabu, 13 Maret 2019.

Musyawarah Pimpinan Kecamatan di Kasembon juga sudah mengonfirmasi kepada Gus Muhammad Romli, pemimpin Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kasembon, Kabupaten Malang. Pesantren inilah yang ramai-ramai didatangi oleh warga Ponorogo.

Gus Romli mengakui kalau jumlah jemaah bertambah, tapi bukan karena isu kiamat, melainkan karena kegiatan keagamaan menjelang Ramadan. Dia menegaskan bahwa Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin, yang di bawah naungan Nahdlatul Ulama, menganut ajaran Islam moderat Ahlusunah wal Jamaah.

"Aktivitas di pondok itu Ahlusunah wal Jamaah, juga ada tarekat-tarekat. Pondok ini mengakui masih di bawah naungan NU. Dan dia (Gus Romli) sosok yang mendukung NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia); Pancasila harga mati, tidak ada paham radikal," ujar Hendra.