The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pengakuan Bocah yang Pulang Sekolah Sebrangi Sungai Pakai Styrofoam, Tak Takut Tenggelam
Bocah SD pulang sekolah naik styrofoam. (Tangkapan layar)
News

Pengakuan Bocah yang Pulang Sekolah Sebrangi Sungai Pakai Styrofoam, Tak Takut Tenggelam

Kamis, 30 September 2021 15:45 WIB 30 September 2021, 15:45 WIB

INDOZONE.ID - Beberapa waktu lalu sempat viral video bocah SD yang pergi ke sekolah dengan menyeberangi sungai pakai styrofoam udang. Mereka berasal dari Desa Kuala 12, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Dalam video, tiga bocah tersebut tampak sibuk mendayung dari dalam styrofoam-nya masing-masing. Mereka tampak tidak takut sama sekali dan seperti sudah biasa menyebrangi sungai dengan Styrofoam.

Dikutip dari akun Instagram @actforhumanity, para bocah itu ternyata memang sudah sering menggunakan styrofoam untuk sekolah dan bermain.

Baca juga: Susi Prihatin Anak SD Sebrangi Sungai Pakai Styrofoam, Ajak Fadli Zon Patungan Perahu

Di video yang viral, bocah tersebut diketahui pulang naik styrofoam karena tidak dijemput oleh orangtuanya. Saat ditanyai, bocah tersebut kompak menjawab bahwa mereka tidak takut tenggelam.

"Kok berani adek naik itu (styrofoam)? Tidak takut tenggelam?" tanya perekam.

"Tidak," jawab bocah tersebut kompak.

Mereka tidak takut tenggelam karena bisa berenang dan sudah terbiasa menyebrangi sungai pakai styrofoam.

Diketahui, total jarak tempuh ke desa tersebut sekitar 6,5 jam dari Kota Palembang. Letaknya sangat jauh dari pusat kota. 

"Ternyata untuk menuju ke desa ini, tim @act_sumsel memerlukan waktu 4,5 jam dr Kota Palembang dengan jalur darat. Dilanjutkan lagi jalur darat ke pelabuhan selama 2 jam, dan jalur air selama 3 jam. Sangat jauh dari pusat Ibukota," tulis @actforhumanity pada captionnya, Rabu (29/9/2021).

Di desa tersebut hanya ada satu sekolah SD. Untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP, anak-anak di desa tersebut harus menyusuri sungai selama 1 jam.

Selain itu, desa yang berada diantara Selat Bangka dan Sungai Ogan ini tidak memiliki jembatan, karena mobilitas warga kebanyakan dilakukan di sungai.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US