The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Cegah Demo Ricuh, Mahfud MD Ingatkan Pengunjuk Rasa: Hati-hati Jangan Sampai Ada Penyusup
Kolase Mahfud MD dan ilustrasi penyusup demo. (Istimewa)
News

Cegah Demo Ricuh, Mahfud MD Ingatkan Pengunjuk Rasa: Hati-hati Jangan Sampai Ada Penyusup

Senin, 19 Oktober 2020 20:42 WIB 19 Oktober 2020, 20:42 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengingatkan peserta aksi yang akan mengggelar unjuk rasa pada Selasa (20/10/2020) besok agar mewaspadai penyusup yang ingin membuat ricuh.

"Kepada para pengunjuk rasa, silakan berunjuk rasa silakan, tapi hati-hati jangan sampai ada penyusup yang mengajak anda bikin ribut," kata Mahfud dikutip ANTARA, Senin (19/10/2020).

Menurut Mahfud, bukan tidak mungkin adanya penyusup yang ingin memanfaatkan kesempatan dengan membuat unjuk rasa yang sebenarnya bertujuan menyampaikan aspirasi justru menjadi ricuh.

Contohnya, kata dia, para penyusup itu ingin mencari martil dengan memanfaatkan para pedemo agar menjadi korban dan ditudingkan kepada aparat keamanan.

"Saya ingatkan bahwa bukan tidak mungkin di antara para pengunjuk rasa ada penyusup yang ingin mencari martil mencari korban yang kemudian ditudingkan ke aparat," katanya

Oleh karena itu, Mahfud meminta demonstran agar berhati-hati dan waspada. Jangan sampai aksi demo sebagai sarana penyampaian aspirasi tercoreng dengan aksi anarkis.

Yang jelas, lanjut Mahfud, potensi masuknya penyusup dalam aksi unjuk rasa sudah diamati oleh kepolisian yang akan bertindak tegas terhadap pengacau.

"Ini juga sudah masuk ke dalam tengarai kami. Di dalam tengarai para penegak hukum dan penjaga Kamtibnas, dalam hal ini kepolisian," katanya.

Sebelumnya, Mahfud MD juga mengimbau aparat agar memperlakukan para demonstran secara humanis.

Seperti diketahui, terdapat agenda demo yang akan dilakukan pada Selasa (20/10/2020) besok.

"Kepada aparat kepolisian dan semua perangkat keamanan dan ketertiban diharapkan untuk memperlakukan semua pengunjuk rasa dengan humanis," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, pemerintah mengetahui bahwa besok bakal ada unjuk rasa di berbagai tempat menolak Undang-undang Cipta Kerja.

Mahfud menjelaskan, pada dasarnya unjuk rasa atau demonstrasi dalam rangka menyampaikan aspirasi dijamin oleh konstitusi undang-undang.

"Unjuk rasa dan demonstrasi dalam rangka menyampaikan aspirasi itu dijamin oleh konstitusi UUD 1945, serta diatur oleh UU Nomor 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum," katanya.

Oleh karena itu, Mahfud menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang jika ada yang ingin berunjuk rasa menyampaikan pendapat, asalkan dilakukan secara tertib dan mengikuti aturan yang berlaku.

"Pemerintah tidak melarang kalau mau unjuk rasa. Yang penting ikuti aturan," katanya.

Mahfud meminta koordinator unjuk rasa untuk menyampaikan pemberitahuan kepada pihak kepolisian mengenai rencana unjuk rasa yang bakal dilakukan.

"Unjuk rasa adalah menyampaikan aspirasi. Memberitahu kepada kepolisian, tidak harus minta izin, cukup memberitahu tempatnya di mana dan berapa massa yang akan dibawa perkiraannya," kata Mahfud.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US