The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sekjen DPR RI Sebut Gedung Tak Bisa Ditutup Walau COVID-19, Anies Baswedan: Patuhi Aturan
Kolase Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar Kolase dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ANTARA)
News

Sekjen DPR RI Sebut Gedung Tak Bisa Ditutup Walau COVID-19, Anies Baswedan: Patuhi Aturan

Rabu, 07 Oktober 2020 17:18 WIB 07 Oktober 2020, 17:18 WIB

INDOZONE.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta semua pihak harus mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyusul 18 anggota DPR RI yang dinyatakan positif COVID-19.

"Ketentuannya bahwa ketika ada kasus positif, maka di tempat itu kegiatan harus dihentikan selama tiga hari. Itu ketentuan yang harus dilaksanakan," kata Anies dikutip dari ANTARA, Rabu (7/10/2020).

Penutupan itu, kata Anies, dilakukan untuk membersihkan kawasan tersebut demi menghindari penularan virus yang lebih luas.

Hal itu juga diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam menangani COVID-19 di DKI Jakarta.

Anies menjelaskan, tidak semua bagian gedung harus ditutup total. Namun hanya kantor yang sudah terpapar COVID-19.

"Seperti misalnya di Balai Kota, gedung yang di situ ada orang bekerja, tempat kasusnya positif, di situ harus ditutup. Tetapi gedung yang ini, yang tidak ada kasus positif, tidak harus ditutup. Jadi tidak ditutup seluruh kompleks, tapi yang ditutup di gedung-gedung dimana di situ ditemukan orang yang positif," ujarnya.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menyebut bahwa pihaknya bakal melakukan inspeksi ke komplek gedung DPR RI demi memeriksa penerapan protokol kesehatan menyusul munculnya klaster penyebaran COVID-19 di tempat itu di mana ada 40 orang secara total yang bekerja di DPR RI, termasuk 18 orang di dalamnya adalah anggota legislatif tersebut.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan gedung para anggota DPR RI dan karyawan yang terpapar sudah ditutup sesuai aturan yang berlaku.

"Ya nanti kita cek. Tapi saya rasa mereka juga sudah tahu itu harusnya tutup," kata Arifin dikutip dari ANTARA.

Jika gedung-gedung tersebut tidak ditutup dan beroperasi seperti biasa, petugas Satpol PP bisa mengambil tindakan paksa.

"Ya kita cek dulu, kita cek. Mereka juga sudah tahu aturannya, ketentuannya," tuturnya.

Di lokasi berbeda, Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar membantah akan melakukan karantina atau "lockdown" gedung parlemen setelah 18 anggota DPR dan 22 staf ahli, tenaga ahli, petugas kebersihan, dan pegawai dinyatakan positif COVID-19.

Dia menjelaskan, Gedung DPR tidak bisa dilakukan penutupan karena berkaitan dengan tanggung jawab lembaga dalam menjalankan fungsi anggaran, legislasi, dan pengawasan.

"Kalau kaitannya ditutup (gedung), harus kontekstual, di DPR ada namanya siklus anggaran yang memutuskan anggaran kementerian/lembaga," kata Indra dikutip dari ANTARA, Rabu (7/10/2020).

Dia mengatakan, pengesahan anggaran biasanya dilakukan pada Oktober. Namun dipercepat karena kondisi pandemi.

Menurut dia, ada mekanisme yang harus dijalankan Badan Anggaran DPR sehingga tidak bisa dilakukan penutupan Gedung DPR.

"Jadi tidak bisa kantor dikosongkan karena ada pertimbangan tertentu, itu pertimbangannya," ujarnya.

Indra mengatakan, Kesekjenan DPR akan melakukan langkah menyemprotkan disinfektan di semua ruangan fraksi-fraksi dan alat kelengkapan dewan.

Dia mengatakan, DPR akan memperketat akses tamu yang datang ke gedung parlemen agar tidak banyak yang lalu lalang sehingga yang tidak memiliki keperluan tidak diperbolehkan masuk.

"Hanya pejabat Eselon I, II, III, dan IV yang wajib datang ke kantor, sedangkan pegawai lainnya bekerja dari rumah," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin telah mengkonfirmasi bahwa sejumlah anggotanya terpapar wabah dari virus corona jenis baru dan kini sedang menjalani perawatan.

Namun dia tidak merinci identitas mereka.

"Ya anggota ada 18 (terpapar corona)," kata Azis dilansir dari ANTARA.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US