The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Polisi Myanmar Tahan Aung San Suu Kyi karena Punya Walkie-Talkie, Dinilai Absurd
Jenderal Min Aung Hlaing dan Aung San Suu Kyi (REUTERS/Soe Zeya Tun)
News

Polisi Myanmar Tahan Aung San Suu Kyi karena Punya Walkie-Talkie, Dinilai Absurd

Kamis, 04 Februari 2021 09:06 WIB 04 Februari 2021, 09:06 WIB

INDOZONE.ID - Militer Myanmar mengambil alih pemerintahan secara paksa lewat kudeta dan menimbulkan kecaman dari dunia internasional.

Kini, kepolisian Myanmar beralasan menahan penasihat negara Aung San Suu Kyi karena mengimpor alat komunikasi secara ilegal.

Alat komunikasi yang dimaksud adalah walkie talkie. Polisi menemukan 6 walkie talkie di rumah Suu Kyi saat penggeledahan dan diklaim diimpor secara ilegal dan digunakan tanpa izin.

Oleh karena itu, Suu Kyi akan ditahan sampai 15 Februari 2021 untuk penyelidikan lebih lanjut. Seperti diketahui, militer Myanmar menangkap Suu Kyi dan Presiden Win Myint, sejumlah politisi dan aktivis, saat melakukan kudeta.

Sementara itu, polisi resmi menahan Presiden Win Myint karena ia dinilai melanggar Undang-Undang Tata Kelola Bencana.

Ketua Parlemen ASEAN untuk Hak Asasi Manusia, Charles Santiago, merespons dakwaan tersebut sebagai hal yang menggelikan dan absurd.

"Ini adalah langkah yang absurd oleh junta untuk mencoba melegitimasi perebutan kekuasaan ilegal mereka," kata Santiago dalam sebuah pernyataan.

Suu Kyi menjalani tahanan rumah selama 15 tahun mulai 1989 sampai 2010, namun masih mampu memimpin gerakan demokrasi di Myanmar.

Namanya masih populer meski reputasinya sempat tercoreng atas perlakuannya terhadap pengungsi Rohingya.

Kudeta bermula saat partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Suu Kyi, memenangkan Pemilu 8 November 2020.

Jenderal Min Aung Hlaing menuduh ada kecurangan dalam pemilu tersebut dan meminta pemilu ulang.  Namun, Komisi Pemilihan Umum di Myanmar membantah tuduhan tersebut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US