Ricuh KKB, Dinkes Kabupaten Mimika Tarik Petugas Kesehatan dari PerbatasanAntara/Iwan Adisaputra

Ricuh KKB, Dinkes Kabupaten Mimika Tarik Petugas Kesehatan dari Perbatasan

INDOZONE.ID - Ada KKB, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua putuskan untuk menarik sejumlah petugas kesehatan mereka di puskesmas yang berada di perbatasan. Dua Puskesmas tersebut adalah puskesmas Hoeya dan Puskesmas Tsinga.

Penarikan sementara tersebut dilakukan lantaran situasi keamanan di Kabupaten Nduga yang belakangan ini mengkhawatirkan. "Kami sudah menghubungi Kepala Tata Usaha Puskesmas Tsinga, mereka melaporkan bahwa situasi keamanan di Tsinga dan Hoeya kini tidak terlalu kondusif. Makanya kami memutuskan untuk sementara waktu petugas kesehatan kita tarik ke Timika," ujar Sekretaris Dinkes, Reynold melansir dari Antara.

Berkoordinasi dengan bagian Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia, Dinkes meminta bantuan agar menyediakan helikopter untuk menjemput para petugasnya.

Saat ini, di Puskesmas Tsinga ada empat petugas kesehatan pemerintah serta delapan orang petugas kesehatan yang ditempatkan Pelkesi (Pelkesi bekerja sama dengan Biro Kesehatan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro/LPMAK). Sementara itu, di Hoeya ada lima orang petugas kesehatan.

Sementara, petugas kesehatan wilayah perbatasan lain seperti Alama sudah berada di Timika. Reynold mengatakan bahwa penarikan ini hanya bersifat sementara sampai situasi sudah kondusif.

"Memang ada yang berkeinginan tetap bertahan di tempat tugas mereka, tapi kami melihat situasi ini cukup berisiko sehingga tidak boleh ada yang tinggal di sana. Kami tentu mempertimbangkan pengalaman sebelumnya seperti yang terjadi di Aroanop beberapa waktu lalu. Saat itu kami menarik petugas kesehatan di Puskesmas Aroanop setelah ada kejadian guru-guru disekap dan mengalami perlakuan kekerasan oleh KKB," ujar Reynold.