The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bisa-bisanya! Edhy Prabowo Salahgunakan Fasilitas Kunjungan Tahanan, Temui Tamu Misterius
Tersangka Edhy Prabowo (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
News

Bisa-bisanya! Edhy Prabowo Salahgunakan Fasilitas Kunjungan Tahanan, Temui Tamu Misterius

Rabu, 24 Februari 2021 16:11 WIB 24 Februari 2021, 16:11 WIB

INDOZONE.ID - Tersangka Edhy Prabowo diduga menyalahgunakan kunjungan daring (online) yang difasilitasi oleh Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK).

"Pihak yang turut hadir dalam kunjungan 'online' dimaksud ternyata tidak tercatat dan terdaftar sebagai bagian dari pihak keluarga para tersangka," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Masih belum diketahui siapa tamu misterius yang ditemui oleh mantan menteri KKP tersebut. Menyikapi kejadian ini, pihak Rutan KPK akan lebih ketat dalam memantau kunjungan online tahanan.

"Atas kejadian tersebut, pihak Rutan KPK tentu akan lebih selektif dan aktif memantau pelaksanaan kunjungan 'online' bagi para tahanan di Rutan KPK," ujar ALi.

Sebelumnya, sejak 1 Februari 2021 Rutan KPK memfasilitasi kunjungan tahanan secara online untuk keluarga tersangka Edhy Prabowo dan Andreau Misanta Pribadi (stafsus Edhy).

"Sebagaimana tercatat dan mendapatkan izin oleh pihak Rutan KPK untuk melakukan kunjungan 'online' adalah keluarga inti dari tersangka EP dan tersangka AMP," ungkap Ali.

Dalam kasus  ini, KPK total menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sebagai penerima suap, yaitu Edhy, Andreau, Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Amiril Mukminin (AM) selaku sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), dan Ainul Faqih (AF) selaku staf istri Edhy.

Sedangkan tersangka pemberi suap, yakni Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito yang saat ini sudah berstatus terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Suharjito didakwa memberikan suap senilai total Rp2,146 miliar yang terdiri dari 103 ribu dolar AS (sekitar Rp1,44 miliar) dan Rp706.055.440 kepada Edhy.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US