The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

AirNav: ATC Memanggil Pilot Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sampai 11 Kali
Petugas menata serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/rwa)
News

AirNav: ATC Memanggil Pilot Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sampai 11 Kali

Penyebab jatuhnya pun hingga kini masih diinvestigasi.

Rabu, 03 Februari 2021 18:25 WIB 03 Februari 2021, 18:25 WIB

INDOZONE.ID - Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak terjatuh di Perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Penyebab jatuhnya pun hingga kini masih diinvestigasi.

Direktur Utama Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia atau AirNav Indonesia Pramintohadi Sukarno memaparkan sedikit percakapan antara Pilot pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan Air Traffic Controller (ATC) pada Sabtu 9 Januari 2021.

Awalnya Pramintohadi mengutarakan, pada pukul 14.36 WIB, Sriwijaya take off dari runway 25 Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian setelah melewati ketinggian 1.700 kaki, Pilot menghubungi ATC agar dinaikan ketinggiannya.

“Pada pukul 14.36 wib, Sriwijaya Akr take off dari runway 25. Kemudian seyelah melewati ketinggian 1.700 kaki, menghubungi (ATC) di frekuensi 179 Mgz kemudian diinstruksikan naik ke ketinggian 29.000 kaki mengikuti prosedur standar alur keberangkatan,” ujar Pramintohadi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Selanjutnya, kata Pramintohadi, di pukul 14.38 WIB ketingian pesawat Srwijaya SJ-182 sudah berada di 7.900 kaki dan meminta izin ke ATC meminta arah 075 derajat. Kemudian diizinkan oleh ATC dan diinstruksikan naik ke 11.000 kaki.

Adapun pesawat Sriwijaya SJ-182 diminta naik lantaran ketinggian 7.900 kaki ada pesawat maskapai penerbangam Air Asia dalam posisi yang sama dan akan terbang ke tujuan Pontianak juga.

“Dan ini memang dijawab oleh pilot, clear,” tutur Pramintohadi.

Di pukul 14.39 WIB, pesawat Sriwijaya SJ-182 sedang berada di posisi 10.600 kaki kembali diinstruksikan oleh ATC agar naik kembali ke 13.000 kaki. Pilot kembali merespon permintaan tersebut dengan baik.

Baca Juga: Terancam 15 Tahun, Ini Pasal yang Jerat Bos Pasar Muamalah Depok

“Selama proses 14.36 sampai 14.39 WIB, tidak ada laporan pesawat dalam kondisi tidak normal. Jadi ini semua dalam kondisi normal,” urai Pramintohadi.

Dia menambahkan di pukul 14.39 WIB, Sriwijaya SJ-182 terpantau layar di ATC berbelok kiri ke barat laut yang seharusnya ke arah kanan di posisi 075 derajat.

Setelah pukul 14.40 WIB, ATC melakukan konfirmasi arah kepada Sriwijaya Air SJ-182 dan tidak ada respon serta diikuti target hilang dari layar radar. 

“ATC berusah memanggil berulangkali, sampai 11 kali,” ungkapnya.

“ATC juga dibantu oleh beberapa penerbangan, antara lain (maskapai) Garuda untuk berkomunikasi dengan SJ-182 tapi tidak ada respon,” pungkas dia.

 Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Harits Tryan Akhmad
JOIN US
JOIN US