The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Erick Thohir Vs Ahok Soal Kementerian BUMN, Refli: Jokowi dan Ahok Lebih Punya Chemistry
Ahok dan Erick Thohir mana lebih kuat? (ANTARA)
News

Erick Thohir Vs Ahok Soal Kementerian BUMN, Refli: Jokowi dan Ahok Lebih Punya Chemistry

Rabu, 16 September 2020 12:43 WIB 16 September 2020, 12:43 WIB

INDOZONE.ID - Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berani membongkar 'borok' internal perusahaannya sendiri di Pertamina yang menilai banyak dugaan praktek-praktek licik dilakukan oknum Direksi.

Dia menyebut oknum Direksi merupakan titipan dari Kementrian BUMN yang dipimpin oleh Erick Tohir. Katanya, banyak Direksi lakukan potong 'kompas' ke Kementrian melobi untuk memuluskan kepentingannya.

"Kalau Direksi cantolannya hanya pejabat dibawah menteri atau menteri itu sendir gak kuat. Makanya orang seperti ahok petangtang-petenteng ribut, protes dan sebagainya, karena cantolannya presiden langsung," kata Refli Harun pengamat tata negara melalui akun Youtube seperti yang dikutip INDOZONE, Rabu (16/9/2020).

Bahkan sekelas Arya Sinulingga pun kata Refli Harun tidak berani berkomentar banyak terkait pernyataan Ahok yang membongkar secara blak-blakan praktik-praktik culas di Pertamina.

"Arya Sinulingga pun yang biasa boros omongan pun tidak berani langsung timpe Ahok ya," kata Refli.

Menurutnya, dia akan mengukur jika head to head adu kekuatan siapa yang bakal tersingkir hingga dilihat siapa yang memiliki power struggles, bahkan Arya Sinulingga pun tak berani berkomentar terkait dengan kritik Ahok yang meminta Kementrian BUMN dibubarkan dan diganti dengan Indonesia Incorporation.

"Dia akan mengukur kalau adu kekuatan siapa yang akan tersingkir. Itu lah kalau kita lihat BUMN dalam kaca mata power struggles. Bahkan Ahok mengusulkan kementrian BUMN dibubarkan, wah ini sudah head to head dengan Erick Tohir," jelas Refli.

Menurutnya kalau nantinya head to head dengan Erick Tohir, Refli menilai Ahok masih percaya diri, pasalnya mereka berdua sama-sama didukung oleh Presiden.

Namun Ahok kata Refli dianggap punya nilai lebih, mereka punya sejarah. Pasalnya pernah sama-sama maju berjuang saat Pilkada DKI Jakarta 2012, Jokowi sebagai Gubernur dan Ahok sebagai Wakilnya.

"Ahok punya sejarah yang lebih panjang ketika sama-sama menjabat di Kantor Gubernur DKI Jakarta saat jadi Wakil dan Gubernur. Ketika Jokowi Gubernur dia wakilnya. Lumayan kerjasama dari 2012-2014 jelang Pilpres," ungkapnya.

Refli menilai Jokowi dan Ahok sudah memiliki chemistry, sebagai buktinya ketika Ahok keluar dari Penjara, dia langsung dipercayakan sebagai Komisaris Utama di Pertamina yang ditugaskan untuk membenahi perusahaan plat merah tersebut.

Minta Kementrian BUMN dibubarkan

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali membuat pernyataan mengejutkan. Komisaris Utama PT Pertamina itu menyebut Kementerian BUMN seharusnya dibubarkan.

Video pernyataan Ahok tersebut beredar usai diunggah kanal YouTube POIN, Senin (14/9/2020).

"Harusnya Kementerian BUMN itu dibubarkan sebetulnya, kita harus membangun semacam Indonesia Incorporation," katanya.

Sebelumnya, Ahok kembali blak-blakan membongkar dugaan praktik licik di perusahaan pelat merah tersebut.

Satu di antaranya tentang sejumlah oknum direksi yang mencoba potong jalur demi mengamankan kepentingan tertentu.

Menurutnya, oknum-oknum itu terbiasa melobi menteri yang membawahi Pertamina.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya. Saya sempat marah-marah juga," kata Ahok.

Menurut Ahok, rata-rata komisaris di Pertamina merupakan titipan sejumlah oknum di beberapa kementerian.

"Jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri, karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," sambungnya.

Selanjutnya, Ahok mengatakan punya strategi untuk memutus dugaan permainan dalam penentuan jabatan di Pertamina

"Saya potong jalur birokrasi mereka. Pertamina itu dulu naik pangkat itu mesti pakai kayak pangkat, Pertamina Refference Level. Jadi orang mesti kerja sampai SVP bisa 20 tahun ke atas. Saya potong sekarang, semua mesti lelang terbuka," terangnya.

Sementara itu seperti yang dikutip Antara, Pengamat ekonomi energi dari Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman memberikan apresiasi terhadap langkah Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam memberikan kritik internal korporasi.

"Kami mengapresiasi langkah Ahok, maju terus saja, libas," kata Yusri di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Yusri juga mengungkapkan keganjilan bagaimana Pertamina tidak menurunkan harga BBM disaat harga minyak dunia tengah anjlok drastis.

Menurutnya, sejak awal April hingga Juni 2020 ia berhipotesis bahwa stagnan Pertamina tidak menurunkan harga BBM sepeserpun ketika harga minyak dunia pada posisi terendah selama 43 tahun terakhir karena telah terjadi inefisiensi di proses bisnis Pertamina dari hulu ke hilir.

Yusri juga mengatakan bahwa Ahok bisa mengambil langkah tegas di Pertamina, sebab di posisi jabatan Komisaris Utama, ia (Ahok) memiliki beberapa aturan yang dapat mengarahkan Pertamina memberikan evaluasi terhadap kinerja.

Sesuai UU nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Pasal 31 UU BUMN nomor 19 tahun 2003 tentang tugas seorang komisaris BUMN yakni mengawasi dan menasehati direksi, serta tugas dan wewenangnya komisaris lebih lengkap dan detail diatur pada Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran BUMN.

"Sangat bisa melakukan tindakan semua itu, atau paling tidak dia bisa membuat rekomendasi dari dewan komisaris ditujukan kepada menteri BUMN untuk mengganti jajaran direksi dan komisaris di holding dan sub holding serta "dicucu" dan "cicitnya" yang telah terlanjur menempatkan orang yang tidak mempunyai kompetensi dan integritas serta tidak kredibel," ujarnya.

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan dalam media sosial bahwa internal korporasi Pertamina perlu melakukan efisiensi, terkait gaji pegawai hingga level direksi.

Ia mengkritisi Pertamina sebagai korporasi yang belum mampu menyeimbangkan keuangan perusahaan, hingga kritik kepada Kementerian BUMN dalam melakukan pergantian direksi.

Artikel Menarik Lainnya:

Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US