The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pacaran Lewat Medsos, WN Afrika Tipu Perempuan WNI Hingga Rp15,8 Miliar
Konferensi pers kasus WNI ditipu belasan miliar oleh WN Afrika di Polda Metro Jaya, Jakarta. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
News

Pacaran Lewat Medsos, WN Afrika Tipu Perempuan WNI Hingga Rp15,8 Miliar

Pelaku ngaku berada di eropa.

Jumat, 27 November 2020 18:52 WIB 27 November 2020, 18:52 WIB

INDOZONE.ID - Seorang wanita, warga negara Indonesia berinisial IE ditipu oleh Warga Negara Asing asal Afrika berinisial F hingga Rp15,8 miliar dengan modus dipacari selama tiga bulan. Merasa dirugikan, korban melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya dan polisi berhasil menangkap kawanan dari F yang berada di Indonesia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan kasus itu bermula saat F berkenalan dengan IE melalui media sosial. Setelah berkenalan, F dan IE berpacaran selama kurun waktu tiga bulan sebelum F akhirnya menghilang.

"Modusnya F berkenalan ke wanita melalui medsos dan dipacari melalui medsos. Ngakunya dia berada di Inggris, Eropa dengan gunakan bahasa Inggris fasih. Setelah pacaran, korban minta video call tapi ditolak F," kata Kombes Yusri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Singkat cerita, F meminta uang ke korban secara bertahap dengan dalih investasi serta mengurus klaim asuransi ayah dari F. Korban pun mengikuti kemauan F dengan mengirimkan uang ke rekening penampungan yang dibuat oleh kaki tangan dari F yang berada di Indonesia.

Baca Juga: Buntut Meme Megawati Gendong Jokowi, Ketua FPI Kecamatan Ini Jadi Saksi dan Wajib Lapor

"Korban ini mau saja padahal kurun waktu Mei sampai Juli hampir tiga bulan dia meraup uang korban dengan rayuannya sejumlah Rp15,8 miliar. Setelahnya, korban sadar karena F menghilang dan memblokir kontak korban," ungkap Yusri.

Skema pengiriman uangnya korban mentransfer uang ke rekening tampungan yang dibuat oleh tersangka HIT dan BHT. Kedua tersangka itu kemudian menyetor uang ke tersangka R dan AF yang berperan menghitung uang tersebut.

Kemudian, R dan AF kemudian mengirimkan uang itu ke tersangka WH yang perannya sebagai orang kepercayaan F. Kemudian, WH membagikan uang hasil kejahatannya ke tersangka lainnya sesuai tugasnya.

"Unit dua Subdit Resmob melakukan penyelidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap para tersangka di lokasi yang berbeda-beda," kata Yusri.

Untuk tersangka F sendiri yang merupakan dalang dari aksi ini masih diburu oleh polisi. Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 55 atau Pasal 56, Pasal 378 dan UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Samsudhuha Wildansyah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US