The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bantah Kriminalisasi Ulama, Mahfud MD Nyatakan FPI 'Ganti Kulit' Boleh, Secara Hukum Sah
Menkopolhukam Mahfud MD. (Antara Foto/Aditya Pradana Putra)
News

Bantah Kriminalisasi Ulama, Mahfud MD Nyatakan FPI 'Ganti Kulit' Boleh, Secara Hukum Sah

Jumat, 01 Januari 2021 17:49 WIB 01 Januari 2021, 17:49 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD membantah isu kriminalisasi ulama dengan melarang seluruh kegiatan Front Pembela Islam (FPI) hingga membubarkan organisasi tersebut.

Kini Mahfud mempersilahkan langkah eks sempalan FPI untuk membentuk ormas baru melalui Front Persatuan Islam (FPI). 

Kendati ormas baru berdiri hanya 'berganti kulit', namun singkatan dan akronim sama dengan FPI, dinilasi secara hukum sah. 

"Ada yg tanya, bolehkah org mendirikan Front Pejuang Islam? Boleh saja, asal tak melanggar hukum dan tak mengganggu ketertiban umum," kata Mahfud MD melalui akun Twitter pribadinya seperti yang dikutip INDOZONE, Jumat (1/1/2021).

Mahfud mengisyaratkan sebelumnya Partai Masyumi pernah dibubarkan pemerintah kemudian melahirkan partai Parmusi, lalu PPP, Masyumi Baru, Masyumi Reborn, dan kemudian ada DDII yang legendaris.

"Secara hukum boleh," sebutnya.

Mahfud menilai isu kriminalisasi ulama yang kerap muncul belakangan ini adalah isu yang sangat menyesatkan masyarakat.

"Saya anggap isu kriminalisasi ulama adalah isu yang sangat menyesatkan," kata Mahfud, dalam diskusi daring "Kaleidoskop: Menjaga Keutuhan NKRI dan Pancasila Sebagai Pedoman Berbangsa dan Bernegara", Rabu (30/12/2020).

Mahfud menegaskan isu tersebut sebenarnya tidak berdasar, sebab kenyataannya tidak ada satu pun ulama yang mengalami upaya kriminalisasi dari pemerintah.

Bahkan, Mahfud menantang untuk menyebutkan satu saja nama ulama yang diklaim mengalami kriminalisasi dan akan langsung dibebaskan.

"Apa betul ada ulama dikriminalisasi? Kalau ada, sebut satu saja, saya bebaskan. Sebut coba siapa ulama yang dikriminalisasi," tanya Mahfud.

Abu Bakar Ba'asyir, kata dia, bukan dikriminalisasi, tetapi memang terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan teror dan membentuk organisasi teroris.

Kemudian, Habib Rizieq Shihab juga tidak dikriminalisasi karena beberapa kali terbukti bersalah dan menjalani hukuman penjara, dan sekarang ini juga sedang menjalani proses hukum.

"Habib Rizieq, jelas ini sangkaannya dan sudah pernah beberapa kali (masuk penjara). Tidak ada yang tidak terbukti pidana," ujar Mahfud.

Habib Rizieq tercatat pernah ditahan di era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas peristiwa penyerangan massa FPI kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Keyakinan (AKKBK).

Rizieq Shihab pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 1 Juni 2008. Atas kasusnya itu, Rizieq Shihab divonis 1 tahun 6 bulan dan harus meringkuk di sel jeruji besi.

Sebelum kasus itu, HRS juga pernah mengalami dinginnya sel jeruji besi pada 2003, setelah divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan diganjar 7 bulan penjara.

Rizieq Shibab dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan menghasut, melawan aparat keamanan, dan memerintahkan merusak sejumlah tempat hiburan di Ibu Kota.

Mahfud menjelaskan Indonesia didirikan oleh para ulama juga, dan sekarang ini dipimpin oleh ulama yang menjadi wakil presiden sehingga tidak semestinya ada isu kriminalisasi ulama.

"(Kriminalisasi ulama) itu hanya bahasa politik yang tidak jelas. Ulamanya siapa yang dikriminalisasi, saya minta daftarnya satu saja," tegas Mahfud.

Sementara itu Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid memberi peringatan kepada Menkopolhukam Mahfud MD untuk tidak membubarkan organisasi yang baru dibentuk itu.

"Negara tak berhak larang berserikat & berkumpul, krn itu HAM yg diakui olh UUD45. Apalagi tujuan “FPI” baru unt lanjutkan perjuangan bela Agama, Bangsa, Negara, sesuai Pancasila & UUD 45. Jadi jangan diganggu lagi," tulis politisi Partai Keadilan Sejahtara (PKS) melalui akun Twitternya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US