The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Banyak Tragedi Menyedihkan yang Dialami Joe Biden, Sebelum Akhirnya Menjadi Presiden AS
Presiden Joe Biden (Instagram/@joebiden)
News

Banyak Tragedi Menyedihkan yang Dialami Joe Biden, Sebelum Akhirnya Menjadi Presiden AS

Kamis, 21 Januari 2021 12:09 WIB 21 Januari 2021, 12:09 WIB

INDOZONE.ID - Perjalanan Presiden Joe Biden ke Gedung Putih diselingi dengan tragedi yang menyedihkan, karena dia berduka atas kehilangan istri pertamanya dan kehilangan dua putranya.

Tragedi pertama kali terjadi pada bulan Desember 1972, tepat saat karir politik Biden dimulai.

Enam minggu setelah dia terpilih sebagai Senator AS untuk Delaware. Istri Joe, Neilia, dan ketiga anak mereka, Hunter, Beau, dan Naomi yang berusia 13 bulan, mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan untuk membeli pohon Natal. Neilia dan Naomi tewas, sementara kedua bocah itu terluka parah.

Saat itu dia sangat ingin mengundurkan diri dari karir politiknya yang belum saja dimulainya. Namun dia dibujuk untuk mengambil kursinya di senat.

Dia disumpah di samping tempat tidur anak-anaknya di rumah sakit, dan selama 36 tahun berikutnya dia pulang-pergi dari Delaware ke Washington.

Dalam bukunya tahun 2017 'Promise Me, Dad', Biden menulis.

"Rasa sakit, tampak tak tertahankan pada awalnya, dan butuh waktu lama untuk sembuh, tetapi saya berhasil bertahan dari cobaan yang menghukum."

Namun tragedi kembali terjadi pada 2013, saat Biden menjabat sebagai Wakil Presiden.

Putranya, Beau dirawat di rumah sakit karena menderita tumor otak. Beau menjalani kemoterapi dan radioterapi, dan untuk beberapa waktu kankernya tetap stabil.

Tetapi tumornya glioblastoma sangat agresif, dan gejalanya memburuk. Beau meninggal pada 2015, saat usianya 46 tahun.

Berduka atas kehilangan satu anak lagi, Biden memutuskan untuk tidak mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2016.

Banyak yang mengira Biden telah menyerahkan kesempatan terakhirnya untuk menjadi Presiden. Namun pada 2020 Biden memenangkan nominasi Partai Demokrat, dan mencalonkan diri melawan petahana Donald Trump.

Dia memenangkan pemilihan dengan suara lebih banyak daripada kandidat lain dalam sejarah AS, dan menjadi Presiden ke-46 Amerika Serikat.

Dalam pidatonya sebelum pelantikan, Biden menangis saat memberikan penghormatan kepada mendiang putranya, Beau Biden.

"Hadirin sekalian, saya hanya punya satu penyesalan, dia tidak di sini," ucapnya.

Artikel Manarik Lainnya:

TAG
Muhammad Alfath Ishari
Fitri

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US