The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

 Badai Laura dan Kekhawatiran Prospek Ekonomi Dorong Harga Minyak Lebih Variatif
Ilustrasi peleburan minyak. (Freepik).
News

Badai Laura dan Kekhawatiran Prospek Ekonomi Dorong Harga Minyak Lebih Variatif

Evakuasi 310 fasilitas.

Kamis, 27 Agustus 2020 09:07 WIB 27 Agustus 2020, 09:07 WIB

INDOZONE.ID - Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melemah 22 sen menjadi US$45,64 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate, patokan Amerika Serikat, naik 4 sen menjadi US$43,39 per barel, demikian dikutip dari Reuters, Rabu (26/8/2020) atau Kamis dinihari (27/8/2/2/) WIB. 

Harga minyak variatif, Rabu, tertekan kekhawatiran tentang prospek permintaan selama pandemi virus corona, namun terangkat karena produsen Amerika menutup produksinya di Teluk Meksiko menjelang Badai Laura.

Kekhawatiran terbaru atas pandemi tersebut, yang menekan permintaan dan pengiriman harga ke rekor terendah pada April, memukul sentimen pasar setelah laporan minggu ini jumlah pasien terinfeksi kembali meningkat. Hal ini menimbulkan ketakutan tentang kekebalan di masa mendatang.

Sementara itu, industri energi Amerika bersiap menghadapi Badai Laura, yang diperkirakan menjadi badai kategori empat dengan hujan lebat dan bencana, kecepatan angin 209 kilometer per jam yang akan mendorong air laut hingga sejauh 48 km ke daratan, menurut ramalan cuaca.

Sembilan pengilangan minyak yang mengubah hampir 2,9 juta barel per hari minyak menjadi bahan bakar, dan menyumbang sekitar 15% dari pemerosesan AS, ditutup.

Produsen minyak, Selasa, mengevakuasi 310 fasilitas minyak lepas pantai dan menutup 1,56 juta barel per hari produksi minyak mentah, 84% dari produksi lepas pantai Teluk Meksiko.

"Pedagang minyak akan disibukkan dengan badai (Rabu)," kata Tamas Varga, analis PVM. 

"Setelah bahaya berlalu, pertimbangan permintaan akan menjadi fokus lagi," sambungnya.

Menjelang badai tersebut, ekspor minyak mentah pada pekan lalu melesat ke level tertinggi sejak Februari 2019 menjadi hampir 3,4 juta barel per hari, berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika, Rabu.

Sementara itu, persediaan minyak mentah Amerika turun 4,7 juta barel dalam sepekan hingga 21 Agustus, dibandingkan ekspektasi analis untuk penyusutan 3,7 juta barel, kata EIA.

"Itu adalah laporan yang bullish,  tetapi mengingat dampak Laura, saya tidak tahu apakah akan membuat kesan sebanyak itu di sini," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Sigit Nugroho
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
M Fadli

M Fadli

Writer
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US