The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kasus Dugaan Korupsi Asabri, Kuasa Hukum Benny Tak Tahu Ada Aliran Dana ke Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. (photo/Unsplash/@Executium/ilustrasi)
News

Kasus Dugaan Korupsi Asabri, Kuasa Hukum Benny Tak Tahu Ada Aliran Dana ke Bitcoin

Rabu, 21 April 2021 22:04 WIB 21 April 2021, 22:04 WIB

INDOZONE.ID - Tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi dan keuangan PT Asabri (Persero) diduga telah melakukan tindakan pencucian uang lewat transaksi bitcoin.

Namun, Kuasa hukum Benny Tjokro, Bob Hasan, mengaku tidak tahu ada aliran dana dugaan korupsi PT Asabri ke dalam bentuk bitcoin.

"Wah, saya baru tahu ada tudingan tersebut. Kami pun tidak tahu ada aliran dana ke bitcoin," kata Bob Hasan dalam keterangan pers diterima ANTARA di Jakarta, Rabu (21/4) dikutip dari ANTARA.

Bob Hasan menilai pernyataan Direktur Penyidikan Jampidsus Febrie Ardiansyah baru-baru ini tentang adanya aliran dana dugaan korupsi PT Asabri ke dalam bentuk bitcoin itu sebagai opini pribadi dari penyidik.

Hal tersebut, menurut dia, karena kejaksaan hingga saat ini belum menyelesaikan perhitungan kerugian negara.

Baca juga: Di Hari Kartini, Sri Mulyani Ajak Perempuan Jadi "Game Changer" Memajukan Bangsa

Sementara itu, pakar hukum pidana Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad mengatakan bahwa Dirdik seyogianya tidak membuat kemungkinan opini pada proses yang masih prematur.

"Meski dalam kerangka transparansi, membuat opini yang salah dikhawatirkan bisa menjadi bumerang bagi institusi kejaksaan. Penegakan hukum tidak boleh dibumbui dengan opini," kata Suparji.

Ia pun menyarankan agar kejaksaan dalam memberikan pernyataan harus menjaga objektivitasnya sebagai penegak hukum, kemudian pernyataan penyidik juga harus memperhitungkan dampak negatif pada politik, sosial, dan ekonomi.

Menurut dia, jika tidak ada kaitannya dengan kejahatan, penyidik tidak boleh sembarangan beropini maupun menyita. Masalahnya, penegakan hukum oleh aparat penegak hukum tak boleh mengganggu sektor perekonomian.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik tersangka Benny Tjokrosaputro, di mana penyidik menyita enam bidang tanah dengan jumlah luas seluruhnya 7.360 meter persegi milik Benny yang ada di Batam.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US