The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Perangi K-Pop di Korea Utara, Kim Jong-un Incar Fans BTS
Nasib fans BTS di Korea Utara terancam (REUTERS/Kim Hong-Ji)
News

Perangi K-Pop di Korea Utara, Kim Jong-un Incar Fans BTS

Siap ledakkan 'Dynamite' sesungguhnya.

Minggu, 13 Juni 2021 13:45 WIB 13 Juni 2021, 13:45 WIB

INDOZONE.ID - Diktator Korea Utara Kim Jong-un telah menyatakan perang terhadap K-Pop dan menargetkan para penggemar BTS yang ada di negara tersebut. 

Pemimpin tertinggi berusia 37 tahun itu telah mempermasalahkan musik pop Korea yang dianggapnya menular karena memadukan gaya musik Eropa dengan lirik Korea. Kim Jong-un telah menyatakan gaya musik sebagai "kanker ganas" dan mengatakan itu berisiko merusak orang-orang Korea Utara yang hidup di bawah kendali totaliternya.

Pemerintahan Kim Jong-un sekarang menindak gaya musik karena ia menganggapnya sebagai "ancaman serius bagi sosialisme Korea Utara."

Baca Juga: Kim Jong-un Mencap Budaya K-Pop di Korea Selatan Sebagai 'Kanker Ganas'

TMZ melaporkan: “Dokumen yang bocor dari pemerintah Korea Utara menunjukkan Kim menjalankan kampanye anti-K-Pop melawan apa yang dia sebut 'kanker ganas' dari grup pop Korea Selatan.

K-Pop dianggap kanker ganas oleh Kim Jong-un ( KCNA/via REUTERS../File Photo).
K-Pop dianggap kanker ganas oleh Kim Jong-un ( KCNA/via REUTERS../File Photo).

"Dokumen yang dirinci di New York Times itu menyalahkan K-Pop karena menyebarkan sentimen 'anti-sosialis' dan merusak 'pakaian, gaya rambut, ucapan, perilaku' kaum muda."

Laporan tersebut mengisyaratkan bahwa ada kekhawatiran tentang betapa brutalnya balas dendam Jong-un terhadap gaya musik, dan mereka yang menikmatinya.

Mereka menulis: “Bagian yang menakutkan adalah sulit untuk mengatakan seberapa jauh Kim akan pergi untuk membendung apa yang dia lihat sebagai invasi budaya dari Korea Selatan dan boy band-nya.”

 "Sementara BTS dan grup K-pop lainnya melemparkan hit menular seperti Dynamite ... Kim Jong-un memiliki bahan peledak yang sebenarnya."

Ancaman terbaru terhadap K-Pop datang tiga bulan setelah Kim Jong-Un membuat ancaman terselubung terhadap dunia hiburan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US