The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Rombongan Motor Ducati Ditilang di Senayan karena Knalpot, Kok Bisa?
Motor gede ditilang polisi di Senayan viral (Instagram/@tmcpoldametro)
News

Viral Rombongan Motor Ducati Ditilang di Senayan karena Knalpot, Kok Bisa?

Ini klarifikasinya.

Senin, 07 Juni 2021 19:28 WIB 07 Juni 2021, 19:28 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah video viral di media sosial menampilkan aksi polisi melakukan penilangan terhadap pemotor Ducati di kawasan Senayan, Jakarta. Usut punya usut, penilangan dilakukan lantaran polisi mengira pemotor tersebut menggunakan knalpot bising.

Dilihat Indozone di akun Instagram @tmcpoldametro, sebuah video memperlihatkan sejumlah pemotor sedang dihentikan oleh polisi. Polisi sendiri terlihat mengecek kelengkapan dari pemotor tersebut.

Baca juga: Tidak Kasih Kepastian, Cewek Ini Ditinggal Gebetan, si Cowok Melamar Wanita Lain

"#Polri lakukan penindakan terhadap pemotor yang masih nekat menggunakan knalpot bising dan tidak memasang TNKB (pelat nomor) sesuai ketentuan di Jalan Asia Afrika, Senayan, Minggu (6/6) pagi," tulis akun @tmcpoldametro dalam postinganya seperti dilihat pada Senin (7/6/2021).

Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menyebut ada kesalahpahaman terkait hal tersebut. Dia menyebut insiden itu bermula dari anggotanya yang menghentikan pemotor sport jenis Ducati dan dilakukan pemeriksaan.

"Dari kegiatan tersebut, terdapat 14 kendaraan yang dilakukan penilangan dengan pelanggaran yang bervariasi, salah satunya  menggunakan knalpot tidak sesuai standar pabrikan," kata AKBP Argo.

Saat ditilang, Argo menyebut ada salah satu pengendara yang merasa keberatan saat ditilang. Pengendara tersebut merasa sudah mengenakan knalpot standar pabrikan dari motor sport tersebut.

"Salah satu pengendara yang komplain karena merasa knalpot standar selanjutnya kami menyilakan pengendara untuk datang ke kantor dengan membawa kendaraannya. Setelah dicek, kemudian memang standar. Selanjutnya surat SIM yang ditilang dikembalikan kembali," beber Argo.

Argo menyebut jika terjadi miss komunikasi antara anggota di lapangan dengan pengendara lebih baik diselesaikan secara mediasi tanpa mengeluarkan pernyataan-pernyataan. Jika anggota terbukti bersalah, Argo menegaskan pihaknya bakal mengedukasi anggota tersebut.

"Untuk anggota akan kami telusuri apabila melakukan kesalahan pada saat penindakan untuk kami edukasi kembali terkait spesifikasi standar motor pabrikan yang ber-cc besar," pungkas Argo.

Artikel menarik lainnya

TAG
Susi Fatimah
Samsudhuha Wildansyah
JOIN US
JOIN US