The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ironi Wanita Pedagang Dihajar Preman, Mural Cepat Diberangus, Preman Bebas Berkeliaran
Liti Gea (kiri) saat dipukuli oleh preman di Pasar Gambir, Tembung. (ist)
News

Ironi Wanita Pedagang Dihajar Preman, Mural Cepat Diberangus, Preman Bebas Berkeliaran

Rabu, 08 September 2021 17:08 WIB 08 September 2021, 17:08 WIB

INDOZONE.ID - Minggu pagi, 5 September 2021, adalah hari buruk dan mengerikan bagi Liti Wari Iman Gea.

Pagi-pagi sekali, sekitar pukul 07.00 WIB, wanita yang berdagang sayuran di Pasar Gambir, Tembung, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang itu didatangi oleh BS, seorang preman pasar berbadan tegap.

BS meminta "uang setoran" Rp500 ribu kepada Liti Gea, yang saat itu belum lagi menjual setengah dagangannya.

"Uang apa?" tanya Liti kepada BS.

"Biasa. Uang pajak (pasar)," kata BS. 

"Sudah kubayar tadi sama pemuda setempat," kata Liti.

Mendengar jawaban itu, BS pergi dengan raut wajah penuh kekesalan. Liti pun sedikit lega.

Namun, kelegaan Liti tak berlangsung lama. Sejurus kemudian, BS kembali datang. Kali ini bersama kawan-kawannya, yang menurut Liti, berjumlah sekitar 6-7 orang.

"Rame-rame orang itu, datang, menghajar kami di situ. Gak ada suamiku. Hanya anakku yang masih sekolah dengan aku. Rambut aku ini, ditumbuk, disepak, diambil kayu lagi, dipukul kami di situ," ujar ibu satu anak itu sambil menahan tangis, saat membuat laporan kepolisian di kantor Polsek Percut Sei Tuan, Senin (6/8/2021).

Liti Gea saat dipukuli oleh preman di Pasar Gambir, Tembung. (ist)
Liti Gea saat dipukuli oleh preman di Pasar Gambir, Tembung. (ist)

Saat Liti Gea dipukuli, para pedagang yang lain di pasar itu hanya mampu melihat, tidak berani menolong atau melerai. Begitu pula anaknya yang masih berusia 12 tahun.

"Di situlah rame kali orang teriak. Ada juga yang mau misahkan, dikeroyok juga, dipukul orang itu," kata Liti.

Bagaimana Liti dihajar oleh preman, terekam kamera dan videonya beredar luas di media sosial.

Tampak jelas dalam video yang beredar, perempuan 37 tahun itu dihajar habis-habisan oleh BS.

Mulanya, Liti mencoba memberi perlawanan. Namun, dengan sekali pukulan, BS membuat Liti tersungkur. Tepat saat Liti tersungkur, BS melayangkan tendangan keras ke wajah perempuan asal Nias itu.

Liti Gea saat dipukuli oleh preman di Pasar Gambir, Tembung. (ist)
Liti Gea saat dipukuli oleh preman di Pasar Gambir, Tembung. (ist)

Mural Cepat Dimusnahkan

Apa yang dialami Liti tersebut menunjukkan bahwa preman masih bebas berkeliaran dan meneror.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan gerakan cepat alat pemerintah dalam memberangus mural-mural dan grafiti berisi kritik terhadap pemerintah di pelbagai tempat.

Padahal, Presiden Jokowi beberapa waktu lalu meminta agar preman dibersihkan dari seluruh wilayah Indonesia.

Liti Gea dan anaknya saat membuat laporan. (ist)
Liti Gea dan anaknya saat membuat laporan. (ist)

Liti sendiri sudah membuat laporan polisi di Polsek Percut Sei Tuan.

Namun, ia terancam dijebloskan ke dalam penjara karena BS juga melaporkannya balik. BS merasa dirinya adalah korban dan dia mengaku dicakar oleh Liti.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US