The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Meski Kasus Covid-19 Turun, Prof Zubairi Djoerban: Jangan Menatap Aneh Orang Bermasker
Sejumlah penumpang KRL berjalan keluar dari Stasiun Sudirman, Jakarta, Jumat (24/9/2021). (ANTARA/Aprilio Akbar)
News

Meski Kasus Covid-19 Turun, Prof Zubairi Djoerban: Jangan Menatap Aneh Orang Bermasker

Selasa, 28 September 2021 10:22 WIB 28 September 2021, 10:22 WIB

INDOZONE.ID - Profesor Zubairi Djoerban menyampaikan kabar baik terkait kasus Covid-19 di Indonesia. Namun, meski kasus terus menurun masyarakat diminta untuk tidak lengah dan tetap berikhtiar.

Dia kemudian menyampaikan bahwa angka kematian harian Covid-19 menurun drastis. Dari yang mencapai 2.048 jiwa per 10 Agustus, kini per 26 September 2021 hanya 86 jiwa.

"Kabar baik. Angka kematian harian Covid-19 Indonesia terus turun. Tapi tak berarti ikhtiar kita selesai. 10 Agustus 2021: 2.048 jiwa, 13 September 2021: 276 jiwa, 20 September 2021: 166 jiwa, 26 September 2021: 86 jiwa. Mari tersenyum, angkat secangkir kopi, dan bersulang," tulis Prof ZUbairi Djoerban di akun Twitter-nya, Senin (27/9/2021).

Prof Zubairi kemudian menceritakan bahwa hampir semua negara Asean mengalami lonjakan kasus Covid-19, termasuk Singapura. Hari ini, Selasa (28/9/2021), Prof Zubairi kembali memberikan kabar baik bahwa positiviy rate mingguan Jakarta yaitu 0,9 persen.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Indonesia Sebentar Lagi Sentuh di Bawah Seribu Kasus

Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak melepaskan masker dan meminta untuk tidak menatap aneh orang masih pakai masker. Sebab, pandemi memang belum usai.

"Selamat pagi. Berita sangat bagus dari Jakarta dengan mencatat positivity rate mingguan 0,9 persen. Salut. Sementara Indonesia di angka 5 persen. Jangan lepas masker dan jangan menatap aneh orang yang bermasker. Lindungi diri. Lindungi orang lain. Pandemi belum selesai," kata Prof Zubairi Djoerban mengingatkan.

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Terkendali berkat 'Avengers'

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengibaratkan terkendaliny kasus Covid-19 di Jakarta seperti film Avengers yang banyak memiliki pahlawan. Pengendalian Covid-19 tak akan berhasil jika bukan karena kerja sama semua pihak.

"Ini karena kolaborasi, kerja sama, tidak bisa dikerjakan sendiri. Jadi, ini Avengers, bukan pahlawan tunggal, pahlawannya banyak," kata Anies, Minggu (26/9/2021).

Berbagai pihak yang terlibat dalam pengendalian Covid-19 di Jakarta seperti jajaran Pemprov DKI, kepolisian, tentara dan pihak lainnya termasuk swasta dan organisasi kemasyarakatan di antaranya karang taruna. Upaya yang dilakukan seperti pengendalian mobilitas penduduk dan vaksinasi.

"Kami rapat seminggu dua, tiga kali Pemprov, Kodam, Polda selama sebulan itu hampir tiap hari kemana-mana bersama, mobilitas penduduk dikendalikan," ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor
JOIN US
JOIN US