The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Novel Baswedan Dikabarkan Dipecat, Denny Siregar Tuduh di KPK Ada Kelompok Taliban
Kolase foto Novel Baswedan dan Denny Siregar. (Ist)
News

Novel Baswedan Dikabarkan Dipecat, Denny Siregar Tuduh di KPK Ada Kelompok Taliban

Selasa, 04 Mei 2021 18:12 WIB 04 Mei 2021, 18:12 WIB

INDOZONE.ID - Pegiat media sosial Denny Siregar menanggapi kabar tentang sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bakal dipecat karena tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam rangka peralihan status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Denny menyebut bahwa di dalam tubuh KPK terdapat orang-orang yang berafiliasi dengan kelompok Islamis fundamentalis Taliban yang berasal dari Pakistan Utara. Ia bahkan mengaku sudah mengingatkan akan hal itu sejak setahun yang lalu.

"Menarik. Di dalam @KPK_RI, ketka ada perubahan status pegawai menjadi ASN, dibuatlah ujian tentang wawasan kebangsaan. Dan kabarnya, banyak yg gak lolos dan bakalan dipecat. Termasuk si Nopel.  Ini membuktikan di dalam @KPK_RI ada kelompok taliban," kata Denny di Twitter. 

Ist
Cuitan Denny Siregar. (Ist)

Menurut Denny, diadakannya TWK untuk menjaring pegawai KPK yang akan dijadikan PNS adalah langkah yang tepat. Ia menyebut mekanisme tersebut sebagai langkah "bersih-bersih".

"Bersih2 di @KPK_RI. Sikat semua yang radikal dan anti kebangsaan di dalam KPK," katanya.

Denny menuduh bahwa di dalam Wadah Pegawai (WP) KPK berkembang paham Taliban hasil didikan Abdullah Hehamahua.

"Yang kemudian arahkan KPK sesuai dgn misi politik mereka yg menuju negara khilafah. Ngeri kan ? Dulu, negara bhkn tdk bs menjangkau KPK, mrk spt negara dalam negara. Dan WPK ini centernya," kata Denny.

Denny juga menyebut bahwa Novel Baswedan pernah berada di dalam WP KPK tersebut.

"Fungsi WP KPK ini salah satunya adalah perekrutan pegawai. Tentu pegawai yg direkrut itu harus sesuai misi mereka, dan harus tunduk.  Selain itu WP KPK gunanya untuk menekan pimpinan atas spy mau bekerjasama sesuai arahan. Novel Baswedan pernah jadi pimpinan Wadah Pegawai ini," cuitnya.

Denny juga menyebut bahwa di dalam soal tes wawasan kebangsaan yang diujikan kepada 1.349 pegawai KPK, terdapat soal yang mempertanyakan pendapat mereka soal Rizieq Shihab.

"Bisik2 dari dalam, yang membuat banyak pegawai @KPK_RI tidak lolos ujian wawasan kebangsaan adalah pertanyaan essai, "Apa pendapat kamu tentang Rizieq Shihab ?" Dan ternyata banyak juga yang mendukung," cuit Denny.

KPK sendiri segera mengumumkan hasil tes wawasan kebangsaan pegawainya dalam waktu dekat.

"Saat ini, hasil penilaian asesmen TWK (tes wawasan kebangsaan) tersebut masih tersegel dan disimpan aman di Gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK," kata Sekjen KPK Cahya H. Harefa.

Sementara itu, Novel sendiri sudah mendengar selentingan tersebut. Ia menganggap, jika memang benar ia dipecat, hal tersebut merupakan upaya oknum tertentu untuk melemahkan orang-orang KPK yang penuh integritas.

"Ya, benar, saya dengar info tersebut. Upaya untuk menyingkirkan orang-orang yang berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan. Bila info tersebut benar, tentu saya terkejut karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh pimpinan KPK sendiri," kata Novel, Selasa (4/5/2021).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US