The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Belajar Hidup Tanpa Listrik dan Melawan Kehampaan di Hutan dari Kisah Ken Smith
Ken Smith. (Photo/Daily Mirror)
News

Belajar Hidup Tanpa Listrik dan Melawan Kehampaan di Hutan dari Kisah Ken Smith

Minggu, 05 Desember 2021 19:47 WIB 05 Desember 2021, 19:47 WIB

INDOZONE.ID - Seorang pria tua yang kini berusia 74 tahun, menjadi salah satu motivasi hidup banyak orang atas perjuangannya menikmati dunia di hutan.

Lebih dari 40 tahun, pria bernama Ken Smith hidup di pinggiran sungai dan belantara hutan secara metaforis. Tak ada rasa takut atau ketergantungan kepada orang lain.

Sosok Ken Smith

ken smith
(Photo/Daily Mirror)

Berdasarkan catatan singkat Daily Mirror, Ken Smith dikenal sebagai sosok yang menghindari kehidupan sosial. Dia mendapatkan julukan 'Hermit of Treig' - seorang pertapa dari Treig.

Ken Smith kini telah dikenal banyak orang di seluruh dunia karena menjalani kehidupannya yang cukup unik. Bukan hidup di gedung-gedung mewah, melainkan di kabin kayu buatan sendiri.

Ia juga hidup tanpa menggunakan listrik dan air yang bersih dari pabrik-pabrik buatan manusia. Memanfaatkan alam dan melestarikannya, Ken mengaku hidup tanpa kekurangan apapun.

Awal Kisah Ken

ken smith
(Photo/Daily Mirror)

Ken telah menghabiskan waktu di hutan, sendirian, saat dirinya berusia 26 tahun. Suatu hari, ia diserang oleh sekelompok preman dan membuat pendarahan otak.

Akibat serangan itu, Ken tak sadarkan diri selama 23 hari. Dokter bahkan khawatir dan menilai kalau Ken akan menjalani hidupnya tanpa bisa berjalan lagi atau pun berbicara.

“Mereka bilang saya tidak akan pernah pulih. Mereka bilang aku tidak akan pernah berbicara lagi. Mereka bilang aku tidak akan pernah berjalan lagi tapi aku melakukannya," katanya.

"Saat itulah saya memutuskan saya tidak akan pernah hidup dengan persyaratan siapa pun kecuali saya sendiri,” tambah Ken.

Baca juga: Begini Cara Nana Mirdad dan Andrew White Ajarkan Pola Makan Berkelanjutan pada Anak

Kematian Orang Tua Ken

ken smith
(Photo/Daily Mirror)

Pasca penyerangan, Ken mulai melihat ke hutan belantara dan melakukan perjalanan ke Kanada di mana dia berjalan 22.000 mil sendirian sebelum memutuskan untuk kembali ke rumah.

Sayangnya, sekembalinya ia ke rumah, Smith menerima kabar paling buruk dalam hidupnya bahwa kedua orang tuanya telah meninggal dunia.

“Butuh waktu lama untuk memukul saya. Saya tidak merasakan apa-apa,” katanya.

Pasca Kematian Orangtua


Setelah itu, Ken mulai melakukan perjalanan panjang ke Inggris untuk mengatasi kesedihannya, akhirnya tiba di Dataran Tinggi Skotlandia pada tahun 1984.

Dia menangis karena kehilangan begitu dia mencapai Rannoch di Dataran Tinggi Skotlandia. Menangis sejadi-jadinya hingga ia tak sadar sudah kehilangan banyak tempat. Hampa.

“Saya menangis sepanjang jalan sambil berjalan. Saya pikir, di mana tempat paling terpencil di Inggris? Ratusan dan ratusan mil kehampaan. Saya melihat ke seberang danau dan melihat hutan ini,” ungkapnya.

Setelah dua jam berjalan dari pasar terdekat yang terletak di dataran tinggi Skotlandia, Ken membangun pondok kayu sederhana yang dia sebut rumah sejak saat itu. Tidak ada listrik, tidak ada air yang mengalir, tidak ada gas.

Sebagai nelayan dan tukang kebun yang cakap, Ken telah berkembang pesat dan dikenal di sekitarnya. Ia bahkan membuat bir dari anggur. Dia dilaporkan menyimpan 80 galon anggur buatan sendiri untuk mengantisipasi pemakamannya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
M. Rio Fani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US