Penjualan Ritel Menurun, BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi 5,05 Persen
Bank Indonesia (Dok. Indozone)
News

Penjualan Ritel Menurun, BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi 5,05 Persen

Pertumbuhan konsumsi yang tidak terlalu kuat

Kamis, 24 Oktober 2019 16:15 WIB 24 Oktober 2019, 16:15 WIB

INDOZONE.ID - Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa paska pemilu April 2019 lalu selesai, angka penjualan di sektor ritel bergerak melambat. Maraknya aksi demo dan situasi politik yang memanas, membuat masyarakat mengurangi kegiatan belanja di pusat-pusat perbelanjaan. 

Hal itulah yang kemudian mendorong pertumbuhan konsumsi yang tidak terlalu kuat. 

"Memang nampak pertumbuhan ritel tidak terlalu kuat. Tapi kami memantau berbagai indikator survei apakah konsumen ataupun survei kegiatan dunia usaha. Kalau lihat indikator survey ada dua bagian, yang cerminkan kondisi sekarang dan ekspektasi ke depan," ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (24/10). 

Menurut Perry, berbagai indikator melambatnya pertumbuhan bisa dilihat dan dijadikan acuan, salah satunya adalah kegiatan perekonomian yang melambat di sepanjang kuartal III-2019. 

"Berbagai indikator memang menunjukkan dan konfirmasi kegiatan ekonomi yang tumbuh tidak terlalu kuat sampai kuartal III, tapi survei juga tunjukkan ekspektasi kegiatan ekonomi di kuartal IV dan seterusnya akan lebih baik," ungkapnya. 

Berbagai indikator itulah yang kemudian menyebabkan Bank Indonesia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2019 hanya akan berada maksimal di angka 5,05 persen. 

Meski demikian, Perry optimistis bahwa di kuartal IV-2019 ini indikator ekonomi akan menguat kembali, seiring telah dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden, serta jajaran menteri-menteri yang mengisi kabinet Indonesia Maju. 

"Di kuartal IV berbagai survei tunjukkan kegiatan ekonomi meningkat termasuk dari dunia usaha, kegiatan investasi dari korporasi akan meningkat karena sudah ada recana dan pembiayaan investasi yang belum direalisasikan karena menunggu pemilu, hingga pembentukan  kabinet. Dengan telah selesainya hal itu, kami harapkan dunia usaha mulai realisasikan rencana investasi sehingga ekonomi bisa tumbuh lebih baik," pungkasnya. (SN)

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Bela
Indozone News
Bela

Bela

Editor
Indozone News

Indozone News

Reporter
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU