The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

PSSI Akui Sanksi yang Dijatuhkan oleh FIFA Terlalu Berat
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Sekjen PSSI Ratu Tisha Desria dan Direktur Teknik Tim Nasional Indonesia PSSI Danurwindo meninjau seleksi pemain Timnas Indonesia (ANTARA/Hafidz Mubarak)
News

PSSI Akui Sanksi yang Dijatuhkan oleh FIFA Terlalu Berat

Selasa, 14 Januari 2020 10:16 WIB 14 Januari 2020, 10:16 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengakui bahwa sanksi terkini yang dijatuhkan oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), kepada organisasi yang dipimpinnya terlalu berat. Terkait hal tersebut, PSSI sudah meminta Sekjen PSSI untuk berkomunikasi dengan FIFA.

Melalui surat bertanggal 23 Desember 2019, FIFA memberikan sanksi denda 200.000 chf atau sekitar Rp2,8 miliar dan melewatkan satu laga resmi FIFA kepada PSSI.

Hukuman tersebut diberikan karena terjadi pelanggaran disiplin pemain dan ofisial serta keamanan pada pertandingan kontra Malaysia di kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022, zona Asia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia pada 19 November lalu.

Laga itu memang diwarnai dengan insiden keributan antara oknum suporter Indonesia dan Malaysia. Hingga akhirnya, keributan itu pun menyebabkan sejumlah suporter Indonesia mengalami luka, disebabkan oleh para pendukung Malaysia.

Selain soal denda, Indonesia juga akan menjalani laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 kontra Uni Emirat Arab (UAE) tanpa penonton.

"Selain dendanya besar, kita juga tidak ada penonton kontra UAE. Sepertinya ada yang kurang. Pertandingan itu bisa saja tidak menentukan, tetapi kan, bergengsi juga," kata Iriawan.

Ini adalah kali kedua Indonesia mendapat sanksi dari FIFA. Sebelumnya, PSSI dikenakan denda kurang lebih Rp643 juta setelah terjadi keributan saat pertandingan Indonesia vs Malaysia di GBK.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US