The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Muncul Dinamika soal Pencapresan di KIB Dianggap Hal Wajar
Pertemuan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Jakarta, Rabu (30/11/2022). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
News

Muncul Dinamika soal Pencapresan di KIB Dianggap Hal Wajar

Senin, 05 Desember 2022 20:09 WIB 05 Desember 2022, 20:09 WIB

INDOZONE.ID - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memprioritaskan kader internal sebagai tokoh yang akan dimajukan sebagai calon presiden (Capres). 

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketum PAN Zulkifli Hasan, yang mengatakan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dinilai layak dan pantas untuk diprioritaskan maju sebagai calon presiden dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). 

Walau para Ketum Parpol cenderung pada nama Airlangga, tapi banyak di antara kader PAN dan PPP yang justru condong pada calon eksternal, seperti Ganjar Pranowo ataupun Anies Baswedan.

Menurut Analis politik dari Exposit Strategic, Arif Susanto, dinamika pengajuan nama dalam KIB masih dalam kategori normal. Menurutnya, masih ada cukup waktu untuk memastikan nama yang bakal diusung koalisi yang beranggotakan Golkar, PPP, dan PAN itu.

Baca Juga: PPP soal Capres yang Diusung KIB: Memiliki Kapabilitas dan Pengalaman

"Saya pikir masih normal saja. Perjalanannya masih agak panjang, masih sampai akhir depan," ujar Arif, Senin (5/12/2022).

Menurut Arif, dinamika yang muncul dalam pembahasan nama capres KIB dapat dinilai sebagai upaya untuk membangun posisi tawar. Pertama, posisi tawar dari nama figur atau kandidat, seperti Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. Selanjutnya adalah posisi tawar dari faksi yang mengajukan. 

"Kedua adalah posisi tawar pihak yang mengajukan nama itu sendiri. Bisa jadi dari relawan, bisa jadi dari faksi-faksi tertentu dalam partai yang bersangkutan. Harapannya kan siapa pun nama yang muncul, mereka mendapatkan bagian dari kue kekuasaan yang diharapkan," tutur dia.

Arif menilai perbedaan suara tersebut juga tidak akan berlanjut membesar hingga menjadi konflik internal. Meski, perbedaan nama figur yang muncul itu menunjukkan adanya faksi-faksi dalam KIB yang mempunyai pilihan lain.

"Kalau misal menimbulkan riak, mungkin iya. Tapi saya kira terlalu jauh kalau riak itu sampai mengakibatkan terjadinya konflik internal. Itu agak jauh. Sampai hari ini ya," tambahnya.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Citra Institute, Yusak Farchan mengatakan, hal itu karena memang belum ada sosok yang kuat di KIB. Namun menurutnya, selalu ada peluang untuk Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. 

Baca JugaUtamakan Program Kerja daripada Capres-Cawapres, KIB Harus Perhatikan Hal Ini

“Sejak awal dibentuk, problem utama KIB kan memang tidak punya stok capres dari internal parpol pendukung koalisi yang elektabilitasnya tinggi,“ tutur Yusak.

Namun jika dibandingkan dengan Ketum PPP dan PAN, Yusak mengatakan Ketum Airlangga yang paling mungkin. Munculnya nama Ganjar dan Anies di internal PAN dan PPP ini  kata dia, tentu berpengaruh pada opsi pencapresan Pak Airlangga sebagai Capres KIB. 

“Dari jumlah suara atau kursi dan infrastruktur politik, memang Pak Airlangga yang paling layak dan berpeluang diusung dibanding ketua umum PAN dan PPP. Tetapi, munculnya nama-nama capres seperti Ganjar dan Anies semakin membuka peluang bagi KIB untuk mengusung capres dari luar,“ tutur Yusak.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US