The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ulama Aceh Ini Bilang Pemain Game PUBG Layak Dihukum Cambuk, Alasannya Bikin Geleng-geleng
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian (Antara)
News

Ulama Aceh Ini Bilang Pemain Game PUBG Layak Dihukum Cambuk, Alasannya Bikin Geleng-geleng

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:14 WIB 24 Oktober 2020, 11:14 WIB

INDOZONE.ID - Gim daring Player Unknown's Battlegrounds atau yang lebih familiar dengan akronim PUBG, tidak dipungkiri sangat digemari oleh banyak orang, termasuk di Indonesia. Tidak cuma anak-anak dan remaja, orang-orang dewasa bahkan yang sudah berumah tangga pun suka memainkan gim tersebut.

Namun, bagi Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian, permainan daring tersebut haram hukumnya, karena mengandung unsur kekerasan dan peperangan. 

Dengan cara pandang seperti itu, Abdurrani pun berpendapat bahwa para pemainnya layak dihukum cambuk di muka umum sebagai pelanggar syariat Islam di Aceh.

“Jadi sangat layak di Aceh sebagai negeri syariat ini, pelaku yang melakukan tindakan haram yang dilarang di dalam agama Islam, sangat layak diseret diberi sanksi untuk dihukum cambuk sesuai aturan yang berlaku di Aceh,” kata Teungku Abdurrani Adian di Meulaboh, Jumat (23/10/2020).

Seperti diketahui, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh pada Juni 2019 lalu telah mengeluarkan fatwa haram memainkan permainan daring PUBG dan sejenisnya.

Fatwa tersebut dikeluarkan karena permainan daring tersebut menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, karena permainannya mengandung kekerasan, peperangan sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap akhlaq dan psikologis pemain game dimaksud.

Teungku Abdurrani juga menegaskan, meski fatwa haram game daring PUBG atau sejenisnnya saat ini belum ditindaklanjuti di dalam pemberian sanksi hukuman cambuk, namun menurutnya Pemerintah Aceh sudah bisa melaksanakan ketentuan tersebut agar pemainnya bisa diberi sanksi.

“Game PUBG memang sudah diterbitkan fatwa haram oleh MPU Aceh, meski belum ada penerapan sanksi, namun sebagai seorang muslim, apabila masih terus memainkan game tersebut tentu mereka akan berdosa. Mereka juga akan mempertanggungjawabkan dosanya di akhirat kelak,” kata Abdurrani.

Untuk itu, Abdurrani berharap kepada Pemerintah Provinsi Aceh segera merealisasikan fatwa tersebut agar pemain game PUBG atau sejenisnya di Aceh diberi sanksi hukuman cambuk, sesuai dengan Qanun (Perda) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yang sudah berlaku lama di Aceh.

Abdurrani juga meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat agar mendukung fatwa yang sudah dikeluarkan oleh MPU Provinsi Aceh, terkait fatwa haram gim PUBG dan sejenisnya yang mengandung unsur kekerasan atau peperangan.

Menurut dia, permainan yang mudah diakses melalui perangkat elektronik seperti telepon pintar tersebut lebih banyak unsur mudharatnya (merugikan) ketimbang sisi baiknya.

Dia menambahkan, ulama juga akan sangat mendukung hukuman tersebut, sebagaimana pelanggaran Qanun Syariat Islam yang lain yang saat ini berlaku di Aceh.

"Permainan tersebut juga menyebabkan para pemain menjadi ketagihan dan menggiring karakter tingkah laku kekerasan, dan memberikan dampak tidak baik lainnya khususnya terhadap mental dan kondisi pribadi si pemain," kata dia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US