The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ajak Milenial Cintai Negara, Kemenhan Gandeng Kemendikbud Jajaki Pendidikan Militer
Ilustrasi sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi unjuk rasa. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
News

Ajak Milenial Cintai Negara, Kemenhan Gandeng Kemendikbud Jajaki Pendidikan Militer

Untuk Mahasiswa.

Selasa, 18 Agustus 2020 15:06 WIB 18 Agustus 2020, 15:06 WIB

INDOZONE.ID - Wakil Menteri Pertahanan RI Sakti Wahyu Trenggono berpesan kepada generasi milenial untuk selalu berinovasi dalam menjawab tantangan kehidupan agar menjadi bermanfaat bagi negara di masa depan.

"Kepada para milenial, selalu belajar dan berkompetisi. Jangan kalah dengan milenial di luar negeri. Bikin inovasi dan lain sebagainya yang bisa membawa harum nama bangsa dan bermanfat bagi masyarakat. Kita yang sudah senior selalu akan memberi ruang dan fasilitas untuk generasi berikutnya berkompetisi," kata Sakti Wahyu Trenggono seperti dikutip Indozone dari web kemhan, Selasa (18/8/2020).


Menurut Sakti, Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui Program Bela Negara akan terus menyadarkan masyarakat terutama para milenial untuk bangga sebagai orang Indonesia.

“Rasa bahwa saya adalah orang Indonesia, terlahir di Indoensia, memiliki kultur Indonesia, adat istiadat Indonesia. Kami ingin melalui Program Bela Negara, milenial bangga terlahir di Indonesia, menjadi bagian dari warga dunia. Ini filosofi dari Program Bela Negara itu. Kita jangan kalah dengan Korea Selatan yang mampu mengguncang dunia melalui budaya K-Pop, jika dilihat dari sudut pertahanan, itu cara mereka melalui industri kreatifnya mempengaruhi dunia. Indonesia harusnya bisa seperti itu karena kita punya seni dan budaya yang banyak," jelasnya.

Tidak hanya itu, Kemhan juga mengajak milenial untuk bergabung dalam Komponen Cadangan (Komcad) sebagai bentuk kecintaannya kepada negara. Hal itu sudah sesuai dengan amanat dari Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara.

“Komcad ini bukan wajib militer. Ini kesadaran dari warga masyarakat yang ingin membela negara jika terjadi perang, difasilitasi dengan memberikan pelatihan selama beberapa bulan. Usai latihan dikembalikan ke masyarakat. Jika negara dalam keadaan perang, mereka siap bertempur,” katanya.

Bahkan, menurutnya saat ini Kemhan tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar para mahasiswa bisa ikut Program Bela Negara.

“Nanti, dalam satu semester mereka bisa ikut pendidikan militer, nilainya dimasukkan ke dalam SKS yang diambil. Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan. Semua ini agar kita memiliki milenial yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi cinta bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-harinya,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US