The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

 Harga Emas Masih Berpotensi Terus Naik, Ini Kata Analis
Ilustrasi emas batangan. (REUTERS/ Michael Dalder)
News

Harga Emas Masih Berpotensi Terus Naik, Ini Kata Analis

Emas berjangka Amerika Serikat naik 0,8% 

Kamis, 06 Agustus 2020 18:03 WIB 06 Agustus 2020, 18:03 WIB

INDOZONE.ID - Harga emas di pasar spot sedikit di bawah level tertinggi sepanjang masa yang disentuh pada sesi sebelumnya, dan menguat 0,6% jadi US$2.051,44 per ounce pada pukul 13.45 WIB, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Kamis (6/8/2020). 

Sementara emas berjangka Amerika Serikat naik 0,8% menjadi US$2.064,60 per ounce.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas masih berpotensi terus naik hingga menembus angka US$2.070 per ounce, selama dolar AS masih berpotensi tertua tertekan. 

"Hari ini ada sedikit terkoreksi di US$2.044 per ounce, tetapi ada kemungkinan besar dalam perdagangan besok akan menyentuh level tertingginya yaitu di US$2.070 an, kemungkinan," ujar Ibrahim kepada Indozone, saat dihubungi pada Kamis (6/8/2020). 

Kemungkinan terjadinya lonjakan harga emas itu dipicu oleh kemungkinan diputuskannya insentif untuk 30 juta pengangguran di AS senilai US$1 triliun oleh partai Demokrat dan partai Republik di Senat AS, dimana batas akhir keputusan itu adalah hari Jumat (7/8/2020) besok. 

Selain itu, terjadinya ledakan besar di Beirut Lebanon, kata Ibrahim, sedikit banyak juga akan mempengaruhi harga logam safe-haven tersebut. Bagaimana tidak, menurut Ibrahim, kasus ledakan tersebut hingga saat ini belum jelas siapa yang bertanggungjawab. Beberapa negara tentu ada yang beranggapan bahwa kejadian tersebut adalah ulah dari Hizbullah. Namun, beberapa kalangan juga menduga bahwa Israel ada di balik ledakan tersebut. 

Kondisi ini menyebabkan pasar memiliki kecenderungan bahwa konfrontasi antara Hizbullah dan Israel ini yang akan menjadi babak baru kedepannya. 

Ibrahim menambahkan, situasi di Lebanon tersebut mengakibatkan kekhawatiran investor yang sedikit bergeser dari yang semula hanya mewaspadai ketegangan AS-Tiongkok saja, kali ini justru melebar menjadi masalah geopolitik. 

"Tapi sebenarnya intisari dari persoalan ini (harga emas) adalah tetap pada stimulus yang akan diketok palu (disahkan) dan biasanya nasabah ini sudah siap-siap, pasti akan menjadi koreksi, tapi koreksinya tidak akan terlalu dalam dan kemudian (harga emas) akan melesat ke US$2.070 an per ounce," pungkasnya. 

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Sigit Nugroho
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
M Fadli

M Fadli

Writer
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US