The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini Alasan Erick Thohir Tak Beli Vaksin COVID-19 dari Pfizer-Moderna untuk Indonesia
Menteri BUMN Erick Thohir. (Photo/Antara)
News

Ini Alasan Erick Thohir Tak Beli Vaksin COVID-19 dari Pfizer-Moderna untuk Indonesia

Selasa, 24 November 2020 22:54 WIB 24 November 2020, 22:54 WIB

INDOZONE.ID - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan alasan pemerintah Indonesia tidak akan membeli vaksin dari Pfizer atau Moderna yakni karena syarat penyimpanan dan distribusi dingin (cold chain) vaksin yang berbeda dengan produsen tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam webinar Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi COVID-19, Selasa (24/11/2020). Erick juga mengatakan bahwa penentuan merek atau jenis vaksin Covid-19 berada di tangan Kementerian Kesehatan berdasarkan daftar yang ada di WHO dan telah melalui uji klinis 1 dan 2 serta datanya tersedia.

"Dan nanti ketika dipergunakan itu, BPOM yang keluarkan izin. Tentu sebagai catatan tambahan, vaksin yang akan dibeli pemerintah juga vaksin yang cold chain atau distribusinya friendly dengan distribusi kita, yaitu -2 sampai -8 derajat celcius," katanya, dilansir dari Antara, Selasa (24/11/2020).

Ada pun vaksin pengadaan vaksin baik dari Sinovac, Novavax, maupun AstraZeneca, disebutnya telah memenuhi persyaratan tersebut. Sementara itu, Erick menuturkan vaksin Pfizer membutuhkan suhu -75 derajat celcius, sementara vaksin Moderna membutuhkan suhu -20 derajat celcius dalam rantai distribusinya.

Baca juga: Erick Thohir Ajak Masyarakat Mampu Bayar Sendiri Pembelian Vaksin COVID-19

"Kalau kita harus membongkar sistem distribusi kita jadi -20 derajat, ini akan menghambat distribusi yang biasa kita lakukan. Kalau persiapan ini tiga tahun lagi, beda, tapi ini persiapan yang harus dilakukan dan sistem distribusi kita sudah berjalan baik selama ini dengan -2 sampai -8 derajat celcius," tambahnya.

Oleh karenanya, Erick menegaskan bahwa dengan alasan itulah pemerintah memilih produsen-produsen vaksin yang telah diputuskan dalam pengadaan untuk vaksinasi COVID-19.

"Kenapa Pfizer dan Moderna belum bisa, karena cold chain-nya -75 dan -20 derajat celcius. Untuk negara seperti Amerika pun mereka akan ada transisi," imbuhnya.

"Karena itu kenapa pemerintah agresif sejak awal. Kita mau pastikan vaksin yang kita miliki dan vaksin merah putih disiapkan untuk jangka panjangnya tetapi juga yang sesuai dengan distribusi kita dan sesuai standar WHO yang sudah ada uji klinis 1-2 dan BPOM menerbitkan sesuai data-data yang ada," sambungnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
M. Rio Fani
Kana

Kana

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US