The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Astaga! Hasil Tes Keliru, Lebih 1.300 Orang Dinyatakan Positif COVID-19, Padahal Tidak
Ilustrasi tes swab (ANTARA)
News

Astaga! Hasil Tes Keliru, Lebih 1.300 Orang Dinyatakan Positif COVID-19, Padahal Tidak

Sabtu, 28 November 2020 21:54 WIB 28 November 2020, 21:54 WIB

INDOZONE.ID - Akibat tes keliru, ribuan orang di Inggris sempat dinyatakan terjangkit COVID-19. 

Berdasar keterangan Departemen Kesehatan dan Perlindungan Sosial, Sabtu (28/11/2020), hasil tes keliru tersebut didapat lebih dari 1.300 orang. 

Mereka sebelumnya melalui tes COVID-19 yang diuji di sebuah laboratorium milik pemerintah, NHS Test and Trace.

"NHS Test and Trace telah menghubungi 1.311 orang yang keliru diberitahu bahwa hasil uji COVID-19 mereka, yang diambil pada 19-23 November, adalah positif," kata juru bicara departemen dilansir dari Reuters.

"Masalah yang terjadi pada zat kimia untuk pengujian dalam satu kelompok waktu itu berarti bahwa hasil tes tersebut batal. Langkah cepat sudah dilakukan dengan pemberitahuan kepada mereka, dan mereka diminta tes ulang, serta melanjutkan isolasi mandiri jika memang mengalami gejala," kata dia menambahkan.

Lebih lanjut disebutkan bahwa kesalahan laboratorium tersebut merupakan "kecelakaan tunggal" dan sedang diselidiki.

Pemerintah Inggris sebelumnya mengumumkan tambahan 7 miliar poundsterling (setara Rp131 triliun) untuk sistem pengujian dan penelusuran kontak COVID-19 sebagai bagian dari program lanjutan pengujian massal.

Sistem NHS Test and Trace telah mendapat banyak kritik setelah terjadi serangkaian kesalahan sejak pertama diluncurkan pada awal tahun ini, dan para menteri mengakui bahwa kinerja sistem itu tidak sebagus yang diharapkan.

Pada September, hampir 16.000 catatan kasus positif COVID-19 hilang dari sistem selama beberapa hari, sehingga membuat keterlambatan pada penelusuran kontak. Pemerintah menyalahkan sistem berkas "turunan" yang memotong data setelah 65.000 baris masukan data.

Menurut hitungan Reuters, hingga saat ini tercatat sekitar 1,6 juta kasus infeksi COVID-19 di Inggris serta lebih dari 57.500 kematian.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US