The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Wanita Pelaku Mutilasi di Kalibata City Punya Blog Pribadi, Pernah Menulis tentang Cinta
Laeli Atik Supriyatin (27), salah satu tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi. (Ist)
News

Wanita Pelaku Mutilasi di Kalibata City Punya Blog Pribadi, Pernah Menulis tentang Cinta

Sabtu, 19 September 2020 10:27 WIB 19 September 2020, 10:27 WIB

INDOZONE.ID - Laeli Atik Supriyatin (27), salah satu tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Rinaldy Harley Wismanu (33), diketahui punya situs blog pribadi bernama laeliatik.wordpress.com. Di dalam blognya itu, sarjana lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) itu pernah menulis tentang cinta.

Tulisan itu diunggahnya pada 6 Maret 2018, berjudul 'Berbicara Cinta'. Tulisannya tergolong pendek dan terdapat kekacauan sintaksis di sana-sini. Dia bahkan gagal dalam membedakan "di-" sebagai preposisi (kata depan) dengan "di" sebagai sufiks (imbuhan awal). Selain itu, daya ungkap tulisannya juga lemah dan tidak mengalir.

Berikut tulisannya itu:

Ada banyak orang yang bisa kamu cintai didunia ini dan juga mencintaimu. Banyak orang yang telah melewati kegagalan dalam cinta. Mungkin orang yang kamu temui saat ini adalah pasangan yang baik. Orang di masa lalumu mungkin bukanlah orang baik. Dan sebagian besar orang yang kamu temui mungkin ada diantara keduanya.

Ada cinta yang bertahan seumur hidup, namun tidaklah konstan. Jika gagal, tak berarti bahwa itu bukanlah cinta. Ada cinta yang tumbuh seiring berjalannya waktu. Ada cinta yang perlahan hilang seiring berjalannya waktu. Ada cinta yang hanya bertahan dalam beberapa hari, ada yang berjalan selama bertahun-tahun, ada pernikahan, ada pula perceraian.

Dua remaja yang bergandengan tangan, suami istri di usia yang senja yang saling menatap dan tersenyum, cinta masa remaja, cinta di usia senja, pada akhirnya cinta hanyalah sebuah kata kerja. Dan akhirnya kegagalan dalam urusan cinta bergantung pada effort masing-masing.

Cinta penuh dengan mitos. Cinta adalah ekstasi dan penderitaan, kebebasan dan pemenjaraan, rasa memiliki dan kesepian. Cinta adalah ketidakseimbangan kimiawi yang membuat kita merasakan emosi yang tinggi, gairah dan kegembiraan saat kita bersama seseorang yang kita cinta. Terkadang orang berbicara cinta hanya tentang kebahagiaannya saja tapi lupa bahwa patah hati, pengorbanan, kesepian juga berasal dari cinta.

Ada orang yang tak memiliki apapun untuk ditawarkan. Tak mencintai diri sendiri dan berharap orang lain mencintai. Ada orang yang setiap paginya masuk ke berbagai social media untuk mencari cinta.

Kita terpenjara karena konsumsi cinta yang dipertontonkan dalam tayangan televisi. Mungkin bukan seorang pangeran/putri dongeng yang datang dan menciummu dan segala permasalahan hidupmu selesai, tapi dalam kehidupan nyata yang datang kepadamu hanyalah perempuan/laki-laki biasa malah bisa jadi menambah permasalahan dalam hidupmu. Ya, menambah permasalahan dalam hidupmu. Sebagian orang berfikir bahwa mereka bisa menaruh kebahagiaan diatas tangan orang lain dan membuat orang lain bertanggung jawab atas kebahagiaan kita hingga terkadang karena ekspektasi kebahagiaan yang berlebihan justru merusak cinta itu sendiri. Dia mungkin gak akan memayungimu dalam hujan, membawakanmu buket Mawar merah di hari valentine ataupun memasakan makanan yang enak untukmu tapi punya cara lain yang berbeda dari kebanyakan yang dipertontonkan dalam drama. Jadi mengapa kita masih menaruh kebahagiaan diatas tangan orang lain?. Kebahagiaan bukan berada di tangan orang lain tapi ada didalam diri kita.

Lulusan FMIPA UI

Menurut penuturan sejumlah teman seangkatannya, ketika kuliah di FMIPA UI, Laeli dianggap sebagai mahasiswi yang pintar, aktif berorganisasi, dan berjiwa kritis. Bahkan, dia disebut-sebut pernah mengikuti ajang olimpiade sains untuk bidang Kimia.

Dalam bidang organisasi, Laeli dikabarkan pernah terpilih sebagai Project Officer Pemilihan Raya (Pemira) UI dan kerap mengkritik kinerja BEM UI. Dan selepas kuliah, dia juga sempat bekerja di sebuah perusahaan bergengsi di Jakarta sebelum resign karena terlibat dalam kasus kerusakan rumah tangga orang.

 Laeli bersama kekasihnya, Djumadil Al Fajri (26 tahun), diduga melakukan pembunuhan terencana terhadap Rinaldy di sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, pada 9 September 2020.

Singkat cerita, korban (Rinaldy) berkenalan dengan Laeli melalui aplikasi kencan Tinder. Setelah menjalin hubungan melalui seluler, mereka sepakat bertemu di apartemen di kawasan Pasar Baru. Atas dasar ajakan Laeli, mereka menyewa sebuah kamar untuk enam hari, terhitung sejak tanggal 7 September 2020.

Ist
Rinaldi Harley Wismanu (31) korban pembunuhan dan mutilasi di Kalibata City. (Istimewa)

Saat Laeli dan Rinaldy masuk ke kamar yang mereka sewa pada 9 September, tersangka satunya, Fajri, sudah berada di dalam, bersembunyi di kamar mandi.

Agar Rinaldy tak masuk ke dalam kamar mandi, Laeli langsung mengajaknya berhubungan badan. Segera setelah Rinaldy ejakulasi, tersangka Fajri keluar dari persembunyiannya dan langsung menghantam kepala Rinaldy tiga kali dengan batu dan menusuk sebanyak 7 kali. Sebelum menghabisi nyawa Rinaldy, mereka sempat melakukan penyiksaan saat meminta kata sandi (password) ponsel korban.

Setelah memastikan bahwa Rinaldy sudah tak bernyawa. Laeli dan Fajri pergi keluar sebentar untuk membeli  gergaji dan pisau. Dengan alat itu mereka kemudian memutilasi jasad Rinaldy menjadi 11 bagian.

Potongan-potongan tubuh manager HRD perusahaan konstruksi itu lantas mereka masukkan ke dalam kantung kresek sebagian, dan sebagian lainnya ke dalam ransel dan dua koper.

Mereka lantas membawa potongan-potongan tubuh Rinaldy ke Apartemen Kalibata City yang berada di Jalan Raya Kalibata Nomor 1, RT.9/RW.4, Rawajati, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan, dengan menumpang taksi online. Uang dalam rekening Rinaldy kemudian mereka kuras habis.

Perbuatan sejoli ini lantas terungkap pada Rabu malam, 16 September 2020 setelah potongan tubuh Rinaldy ditemukan petugas. 

Penemuan potongan tubuh Rinaldy ini merupakan hasil dari tindaklanjut laporan orang hilang yang disampaikan oleh keluarga Rinaldy pada 12 September 2020.

Kedua tersangka pembunuhan dan mutilasi Kalibata City itu dijerat dengan Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Mereka berdua terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US