The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Klinik Aborsi di Jalan Percetakan Negara Jakpus Beroperasi di Rumah Kontrakan
Konferensi pers Polda Metro kasus penggerebekan klinik aborsi Jakarta Pusat. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
News

Klinik Aborsi di Jalan Percetakan Negara Jakpus Beroperasi di Rumah Kontrakan

Tiga tahun beroperasi.

Kamis, 24 September 2020 13:08 WIB 24 September 2020, 13:08 WIB

INDOZONE.ID - Inisiator atau pemilik klinik berinisial LA (52) ternyata menyewa sebuah rumah untuk dioperasikan sebagai klinik aborsi. Klinik itu diketahui merupakan klinik di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat yang baru saja digerebek polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti terkait lokasi rumah yang dijadikan klinik aborsi itu. Namun dia mengungkap jika klinik itu berdiri disebuah rumah kontrakan.

"Kalau mengenai tempatnya kita belum ini tapi pernah dia membuka karena rumah itu rumah kontrakan, belum tahu tempatnya," kata Kombes Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Yusri menyebut tersangka LA pada tahun 2002 hingga 2004 pernah membuka klinik serupa. Namun Yusri tidak membeberkan lokasi klinik itu dibuka kala itu.

"Teman-teman kalau sudah lihat rumah itu adalah rumah kontrakan tetapi si pengelola ini si LA ini pernah mengakui pernah buka tahun 2002 sampai dengan 2004 kemudian ditutup," ungkap Yusri.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya pada 9 September 2020 yang lalu menggerebek klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Dalam kasus ini polisi menetapkan 10 orang tersangka mulai dari pemilik klinik, dokter pembantu dokter hingga satu orang pasien aborsi di klinik itu.

Usut demi usut klinik itu sudah beraksi sekitar tiga tahun lamanya. Dalam aksinya, klinik itu memilih-milih pasiennya dan maksimal janin bayi berusia 14 Minggu untuk diaborsi di klinik ini.

Selama beroperasi sekitar tiga tahun, sebanyak 32 ribu lebih janin berhasil diaborsi dari klinik ini. Keuntungan dari klinik ini selama beroperasi disebut polisi mencapai Rp10 miliar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Yulia Marianti
Samsudhuha Wildansyah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US