The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

 Kritik Wacana Work From Bali, Faisal Basri: Kasian Orang Bali, Virusnya Dibawa Manusia
Ilustrasi suasana menikmati senja di Bali. (Dok. Kemenparekraf)
News

Kritik Wacana Work From Bali, Faisal Basri: Kasian Orang Bali, Virusnya Dibawa Manusia

Harusnya dari rumah.

Minggu, 20 Juni 2021 15:13 WIB 20 Juni 2021, 15:13 WIB

INDOZONE.ID - Ekonom Senior Faisal Basri menyayangkan munculnya kampanye bekerja dari Bali atau Work From Bali yang sempat diwacanakan oleh pemerintah. Menurut dia adanya kampanye tersebut malah akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang dimana pandemi Covid-19 belum juga teratasi.

"Tolong juga jangan bekerja from Bali,  from Lombok, bekerja from Danau Toba dan lain-lain. Konsepnya mobilitas bekerja dari rumah," kata Faisal  dalam acara daring bertajuk 'Surat terbuka kepada Presiden RI:Prioritaskan Keselamatan Rakyat di tengah pandemi', Minggu (20/6/2021).

Diketahui Pemerintah mewacanakan bakal mewajibkan 25 persen aparatur sipil negara (ASN) di tujuh Kementerian/Lembaga di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk bekerja dari Bali atau work from Bali.

Faisal berujar, konsep work from bali atau wilayah lainnya dikhawatirkan bakal memberikan dampak kepada penduduk aslinya. Terutama dampak penyebaran Covid-19 yang dibawa orang tersebut.

"Jadi kasian orang-orang Bali pusat wisata, karena dibawa virusnya dibawa oleh manusia," ujarnya

Baca Juga: Israel Serbu Tepi Barat, Kabarnya 23 Warga Palestina Ditangkap

Lebih lanjut dia menyebutkan pemerintah dapat segera mengambil langkah yang tepat seperti halnya melakukan pembatasan bersekala besar. Sebab jika kurva penyebaran Covid-19 meningkat maka ongkos penangangannya pun semakin membengkak.

"Ayo kita pahit-pahit dua minggu pemerintah cari uangnya sesuai undang-undang. Ini semua UU dibuat oleh para ahli dan ini ada naskah akademis dan sebagainya. Ini yang kita langgar dengan mencipatkana istilah baru yang rakyat makin enggatau dan enggak peduli. Sekarang PSBB Mikro, RT,RW," ucapnya.

"Ayo kita call sekarang atau kita akan mengalami ongkos yang semakin mahal lagi karena kapasitas sistem kesehatan kita amat terbatas," imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Harits Tryan Akhmad
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US