Cegah PHK saat PPKM Darurat, Pimpinan DPR Usulkan Hal Ini ke Pemerintah

- Senin, 5 Juli 2021 | 11:32 WIB
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. (Instagram/cakiminow)
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. (Instagram/cakiminow)

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar meminta kepada pemerintah agar dapat memberikan perhatian khusus kepada lapangan usaha yang paling terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Dengan adanya langkah ini, menurutnya perlu dilalukan agar tidak terjadinya gelombang baru pemutusan hubungan kerja (PHK). Seperti di sektor usaha ritel dan juga restoran. Apalagi berdasarkan panduan PPKM darurat pusat perbelanjaan/mal dan pusat perdagangan ditutup, sementara restoran hanya bisa melayani pesan antar.

"Untuk sektor-sektor ini harus diperhatikan betul. Kalau perlu kasih mereka insentif agar tetap bisa bertahan. Dan jangan tambah beban pelaku usaha, tapi sebaliknya harus diringankan," ujar Muhaimin, Senin (5/7/2021).

Menurut pria yang akrap disapa Gus Muhaimin, sektor manufaktur juga perlu diberi stimulus baru dalam berbagai bentuk, baik itu berupa pinjaman berbunga rendah, penjaminan kredit hingga insentif pajak.

"Tujuannya bukan agar mereka berekspansi, melainkan agar mereka tidak melakukan PHK karyawan dan melakukan perekrutan kembali," jelas dia.

Di samping itu, Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, pengusaha sektor manufaktur akan lebih memilih untuk menggunakan sedikit tenaga kerja dan menambah kapasitas mesin. Kemudian yang tak kalah penting untuk mencegah PHK selama penerapan PPKM darurat adalah memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

BACA JUGA: DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Oksigen untuk Medis

Gus Muhaimin memaparkan, meski restoran masih boleh dibuka dan aktivitas produksi industri kritis diizinkan work from office 100 persen, mereka tetap tidak bisa bertahan jika tidak ada permintaan. Karena itu, kehadiran dan kepedulian pemerintah bagi mereka tetap menjadi andalan.

"Pemerintah perlu mengintensifkan bansos dan stimulus terlebih untuk sektor-sektor paling terdampak seperti pariwisata, transportasi, ritel dan lain-lain," tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Editor: Fahmy Fotaleno

Tags

Rekomendasi

Terkini

X