The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Siap Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Sekolah di Korsel Kembali Buka Kelas Tatap Muka
Anak-anak mengikuti kelas di sebuah sekolah dasar di Daejeon, Korea Selatan, 22 November 2021. (photo/Yonhap via REUTERS)
News

Siap Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Sekolah di Korsel Kembali Buka Kelas Tatap Muka

Senin, 22 November 2021 18:45 WIB 22 November 2021, 18:45 WIB

INDOZONE.ID - Semua sekolah di Korea Selatan (Korsel) untuk pertama kalinya memulai kembali kelas tatap muka penuh pada Senin (22/11) sejak negara itu mulai memerangi wabah virus corona pada awal 2020.

Seperti diketahui, sekolah-sekolah Korea Selatan telah mengalami berbagai tahap penutupan, pembelajaran jarak jauh, dan pengaturan kegiatan belajar secara hibrida (daring dan luring).

Kegiatan tes COVID yang meluas, pelacakan kontak intensif, dan aplikasi pelacakan telah memungkinkan Korea Selatan untuk membatasi penyebaran virus corona tanpa penguncian ekstensif yang diterapkan di negara-negara lain.

Namun, upaya Korsel sebelumnya untuk membuka sekolah sepenuhnya terhambat oleh gelombang infeksi baru.

Baca juga: Luhut Nilai Sirkuit Mandalika Sudah Penuhi Standar Ajang Balap F1

Sekolah yang dibuka kembali sepenuhnya merupakan bagian dari rencana Korea Selatan untuk "hidup berdampingan dengan COVID-19", yang diadopsi setelah negara itu mencapai target vaksinasinya pada Oktober.

Secara keseluruhan 78,8 persen dari total populasi Korsel sudah divaksin lengkap, meskipun tingkat vaksinasi untuk warga yang berusia 12-17 tahun turun menjadi 12,8 persen.

"Memang benar masih banyak kekhawatiran," kata Menteri Pendidikan Korea Selatan Yoo Eun-hye saat berkunjung ke sebuah sekolah dasar di Seoul, Senin dikutip dari REUTERS.

Bahkan ketika melonggarkan aturan jarak sosial di tengah tingkat vaksinasi yang tinggi, Korsel masih berjuang melawan sejumlah kasus harian tertinggi COVID-19, termasuk rekor jumlah kasus COVID yang parah.

Yang paling mengkhawatirkan bagi para petugas kesehatan di Korsel adalah peningkatan kasus-kasus COVID serius yang membutuhkan rawat inap, yang telah mencapai rekor tertinggi lebih dari 500 pasien.

Oleh karena itu, sekolah-sekolah masih dapat beralih kembali ke pembelajaran jarak jauh atau pengaturan pembelajaran secara hibrida jika situasi virus corona di dalam negeri mengharuskannya.

Tindakan pencegahan seperti penggunaan masker, pemasangan partisi pemisah, dan tindakan menjaga jarak lainnya tetap dilakukan.

"Kementerian pendidikan dan kantor pendidikan akan memeriksa langkah-langkah pencegahan secara menyeluruh dan akan mendukung daerah-daerah yang membutuhkan," lanjutnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
JOIN US
JOIN US