The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Puan Harap Calon Panglima TNI Baru yang Terbaik untuk Lindungi Rakyat
Ketua DPR RI Puan Maharani (Dok. Tim Puan).
News

Puan Harap Calon Panglima TNI Baru yang Terbaik untuk Lindungi Rakyat

Tterbaik untuk bangsa Indonesia

Selasa, 21 September 2021 08:54 WIB 21 September 2021, 08:54 WIB

INDOZONE.ID - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan pemilihan Panglima TNI adalah hak prerogatif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun diharapkannya sosok Panglima TNI yang akan dikirim oleh Presiden Jokowi ke DPR adalah putra terbaik di organisasi TNI dan rakyat, sehingga bisa melindungi segenap bangsa Indonesia.

Dia pun meminta agar publik sabar menunggu nama calon Panglima TNI yang akan dikirim oleh Presiden Jokowi untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Siapapun nama calon Panglima TNI yang akan dikirim Presiden, DPR berharap dia adalah yang terbaik bagi organisasi TNI dan rakyat, sehingga TNI sebagai alat pertahanan negara bisa melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia,” kata Puan di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Ia menekankan peran TNI adalah sangat vital dalam setiap fase perjalanan bangsa Indonesia, terlebih di saat negara ini sedang mengalami sejumlah tantangan dan kondisi yang memerlukan peran besar TNI. Mulai dari penanganan Covid-19, pengendalian kemanan di Papua dan juga ancaman dari militer asing.

“Kita berharap Panglima ke depan melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk mengatasai persoalan-persoalan tersebut,” urai Puan.

Di sisi lain, Politisi PDIP ini meyakini Surat Presiden (Supres) terkait calon Panglima TNI akan dikirim dalam waktu dekat ke DPR, mengingat lembaga legislatif ini akan memasuki masa reses pada 7 Oktober 2021. Sementara, masa jabatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan berakhir pada 8 November 2021.

“Sesuai UU, DPR akan menyampaikan persetujuan paling lambat 20 hari setelah Supres diterima,” jelas Puan.

Dia menuturkan sikap DPR dalam persetujuan calon Panglima TNI nantinya akan didasarkan pada kepentingan organisasi TNI dan kepentingan rakyat secara luas.

“Bukan didasarkan kepentingan politik sempit, karena politik TNI adalah politik negara,” tutup Puan.

Artikel Menarik lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US