The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pentagon Evaluasi Keamanan 'Nuclear Football', Tas Koper Berisi Kode Serangan Nuklir
Seorang ajudan militer membawa "nuclear football" (tas berisi kode serangan nuklir) (REUTERS/Jonathan Ernst)
News

Pentagon Evaluasi Keamanan 'Nuclear Football', Tas Koper Berisi Kode Serangan Nuklir

Jumat, 23 Juli 2021 10:23 WIB 23 Juli 2021, 10:23 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian pertahanan Amerika Serikat mengatakan mereka akan mengevaluasi protokol keselamatan seputar 'Nuclear Football' atau tas koper berisi kode yang diperlukan Presiden AS untuk melakukan serangan nuklir.

Kantor Inspektur Jenderal menyebut akan mengevaluasi sejauh mana kementerian pertahanan atau pejabat Pentagon dapat mendeteksi dan merespon jika koper tersebut hilang, dicuri ataupun terdapat penyusup yang ingin mengambil tas tersebut.

"Kami dapat merevisi tujuan itu saat evaluasi berlangsung," kata mereka dikutip dari Reuters, Jumat (23/7/2021).

Kekhawatiran tersebut diungkap oleh salah seorang pejabat AS yang tak mau disebut namanya. Ia mengatakan pengepungan oleh perusuh yang menyerbu gedung kongres AS, Capitol pada 6 Januari 2021 yang akhirnya mendorong untuk mereka melakukan evaluasi.

Pada tanggal itu, Wakil Presiden Mike Pence berada di Capitol, ditemani seorang ajudan militer yang membawa tas nuklir cadangan, ketika gedung tersebut diserbu pendukung mantan Presiden Donald Trump.

Rekaman video keamanan yang dipublikasikan dalam sidang pemakzulan Trump memperlihatkan Pence dan sang ajudan, yang membawa tas nuklir, diantar ke tempat aman ketika para pemrotes makin mendekati lokasi mereka.

"(Tas itu) Tak pernah dalam bahaya," kata seorang sumber yang mengetahui peristiwa itu.

Bahkan jika para perusuh berhasil mengambil tas nuklir itu, setiap perintah serangan nuklir masih perlu dikonfirmasi dan diproses oleh militer. Namun peristiwa 6 Januari hanya satu dari sekian banyak kejadian selama pemerintahan Trump di mana keamanan tas nuklir mengundang pertanyaan.

Pada 20 Januari tahun ini, Trump bersikeras untuk meninggalkan Washington sebelum pelantikan Joe Biden. Artinya, tas nuklir itu harus dia bawa sampai Biden diambil sumpahnya.

Ditemani seorang ajudan militer pembawa tas nuklir, Trump berangkat ke Palm Beach, Florida, dan tas itu tetap berada di dekatnya sampai dia tak lagi menjadi presiden, kata seorang sumber yang mengetahui hal itu.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Silvia Marissa
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US