Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jadi Eco Airport Pertama
Penandatanganan kerjasama PT Angkasa Pura II dengan PLN. (PT Angkasa Pura II)
News

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jadi Eco Airport Pertama

Kerjsama Angkasa Pura II dan PLN.

Fauzi Iyabu
Kamis, 17 Oktober 2019 09:48 WIB 17 Oktober 2019, 09:48 WIB

INDOZONE.ID - PT Angkasa Pura II (Persero) selaku Pengelola Bandara Internasional Soekarno Hatta, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), terkait penyediaan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Rabu (16/10) kemarin.

Penandatanganan ini menandai dimulainya program Eco Airport di bawah PT Angkasa Pura II, dengan polopornya Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, kerjasama yang ditandatangani ini merupakan bagian dari 20 penandatanganan kerjasama, untuk mengembangkan industri kendaraan bermotor listrik nasional.

"Nantinya bandara-bandara di bawah Angkasa Pura II akan difasilitasi SPKLU. Adapun sebagai pilot project, bandara Angkasa Pura II yang pertama kali akan mengoperasikan infrastruktur SPKLU itu adalah Soekarno-Hatta," ujar Awaluddin dalam keterangan resminya, Kamis (17/10). 

Awaluddin mengatakan MoU ini menegaskan komitmen Angkasa Pura II dalam mendukung penggunaan dan pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air. 

“Angkasa Pura II sangat mendukung percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang juga sudah ditetapkan pemerintah melalui diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019.” tuturnya.

“Sebagai bandara tersebesar dan tersibuk di Indonesia dengan jumlah penumpang setiap hari sekitar 200.000 orang dan pekerja mencapai 50.000 orang, kami berharap Soekarno-Hatta yang menjadi pilot project pada program pengembangan kendaraan listrik ini akan mampu menjadi contoh bagi bandara-bandara lain dan infrastruktur pelayanan publik lainnya,” imbuhnya. 

Awaluddin menambahkan, ia berharap Angkasa Pura II dan PLN segera membahas lebih detail terkait rencana kerja sama ini.

“Setelah MoU ini maka Angkasa Pura II dan PLN antara lain akan memetakan kebutuhan kendaraan bermotor listrik serta kebutuhan tempat pengisian baterai mobil listrik sesuai dengan lokasi bandara. Yang jelas, saat ini di Soekarno-Hatta sudah dioperasikan sejumlah kendaraan bermotor listrik untuk melayani penumpang serta mendukung operasional bandara," ujarnya. 

“Kami sangat yakin pembahasan berjalan lancar sehingga pembangunan infrastrukstur pengisian baterai mobil listrik segera dapat dilakukan di Soekarno-Hatta,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan, pembahasan detail dengan stakeholder yang melakukan penandatanganan MoU hari ini akan dilakukan maksimal dalam waktu 1 bulan.

"Penyediaan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik juga dinilai sangat penting untuk mendukung pengembangan industri secara keseluruhan. Jangan sampai konsumen sudah membeli mobil listrik tapi kesulitan untuk charging," ujar Sripeni.  (SN)

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
fauzi
fauzi

Fauzi

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU