Perjalanan Karir Anwar Ibrahim, Calon Perdana Menteri Malaysia
Anwar Ibrahim (REUTERS)
News

Perjalanan Karir Anwar Ibrahim, Calon Perdana Menteri Malaysia

Terbiasa keluar-masuk penjara.

Senin, 24 Februari 2020 15:45 WIB 24 Februari 2020, 15:45 WIB

INDOZONE.ID - Nama Anwar Ibrahim mendadak ramai diperbincangkan di Negeri Jiran Malaysia. Pria kelahiran Malaysia, 10 Agustus 1947 itu digadang-gadang bakal menjadi calon Perdana Menteri (PM) Malaysia menggantikan Mahathir Mohamad.

Al-Sultan di Istana Negara telah memanggil Anwar Ibrahim siang ini, Senin (24/2/2020). Namun, belum dapat dipastikan apakah pemanggilan tersebut terkait dengan diangkatnya Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia.

Sosok Anwar Ibrahim sebetulnya bukanlah pribadi asing bagi warga Malaysia bahkan dunia. Pria 72 tahun itu memiliki karir politik panjang dengan segala kontroversi hidup yang pernah dijalani. Dikutip dari Wikipedia, Anwar Ibrahim merupakan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia (1993-1998).

Sarjana Muda bidang Sastra dari Universiti Malaya ini dikenal sebagai mahasiswa yang aktif. Ia merupakan pemimpin gerakan pelajar yang memperjuangkan keadilan sosial dalam masyarakat Malaysia ketika itu juga dikenal sebagai pemimpin yang militan. 

Dalam keadaan krisis ekonomi di negerinya tahun 1970-an dan jatuhnya harga karet yang merupakan tulang punggung ekonomi Malaysia saat itu, Anwar Ibrahim sangat lantang meneriakkan isu kemiskinan dan memimpin demonstrasi anti-kemiskinan di Baling dalam tahun 1974 yang menyebabkannya ditahan di bawah ISA selama dua tahun.

Lulus pada 1971, Anwar Ibrahim membentuk Angkatan Belia Islam Malaysia dan menjadi presiden organisasi itu hingga tahun 1982. Selain itu dia aktif dalam kegiatan organisasi non-pemerintah termasuk Majlis Belia Malaysia.

Perhatian Anwar Ibrahim tidak hanya untuk Malaysia, ia juga aktif dalam menyikapi perkembangan internasional, dia menentang invasi Rusia terhadap Afganistan pada tahun 1979 di mana ABIM telah mengadakan demonstrasi yang dihadiri sejumlah 40.000 orang untuk menentang invasi mengantar utusan yang diketuai oleh Anwar ke kedutaan Rusia.

Di tingkat internasional Anwar Ibrahim dilantik sebagai Presiden UNESCO (1989-1991) dan menjadi salah seorang pendiri Institut Pemikiran Islam Antarabangsa (IIIT) di Washington.

Mengamati sepak terjang Anwar Ibrahim baik di dalam maupun di luar negeri. Tun Abdul Razak Dato' Hussein, Perdana Menteri Malaysia kedua menawarkan jabatan untuk mewakili Belia Malaysia (Pemuda Malaysia) dalam Badan Dunia United Nations Council For Youth yang berkantor pusat di Bangkok. Anwar dengan hormat menolak tawaran tersebut.

Begitu juga ketika Dato Mohd Asri Muda menjabat Menteri Pembangunan Luar Kota telah menawarkan jabatan di kementerian dia, tawaran ini juga telah ditolak oleh Anwar.

Namun, pada masa pemerintahan Mahathir Mohammad, Anwar Ibrahim akhirnya tertarik masuk ke pemerintahan. Jabatan politik dia diawali pada tahun 1982, dipilih sebagai Anggota Parlemen Permatang Pauh dan dilantik sebagai Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Wakil Menteri di dalam kabinet).

Anwar Ibrahim menjadi Anggota Jemaah Menteri (Anggota Kabinet) pada tahun 1983 ketika dilantik sebagai Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan. (Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga). Kemudian menjabat beberapa jabatan kabinet sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan pada bulan Maret 1991. Puncaknya, Anwar Ibrahim dilantik sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia pada bulan November 1993.

Jabatan sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia tidak berjalan mulus. Pada masa-masa akhir pemerintahan, Anwar Ibrahim tersandung kasus yang menyeretnya ke penjara.  Anwar Ibrahim dipecat secara tidak hormat pada 2 September 1998 karena tuduhan melakukan tindakan yang tidak senonoh (sodomi) yang ditujukan kepadanya.

Namun sebagian pengamat internasional mengatakan bahwa tindakan itu karena terjadi perselisihannya dengan Perdana Menteri Mahathir Mohammad terutama ketika krisis 1997 melanda kawasan ini.

Pada tahun 1999, dalam persidangan yang kontroversial ia divonis hukuman enam tahun penjara untuk tuduhan korupsi dan setahun kemudian mendapatkan tambahan vonis sembilan tahun penjara untuk tuduhan sodomi. Mahkamah Federal Malaysia kemudian membatalkan tuduhan sodomi dan Anwar dibebaskan dari penjara pada tahun 2004. 

Pada tahun yang sama Anwar melanjutkan karir politiknya melalui Partai Keadilan dan kelompok oposisi Malaysia dan menyatakan tidak akan bergabung kembali dengan UMNO.

Pada 16 Juli 2008 ia kembali ditangkap dengan tuduhan sodomi terhadap seorang asisten pribadinya yakni Saiful Bukhari Azlan, tetapi dibebaskan sehari kemudian setelah membayar jaminan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Susi Fatimah
Vessy Dwi

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US