Pemerintah Siapkan Skenario Jika Puncak Pandemi Corona Terjadi Juni-Juli 2020
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam video conference. (INDOZONE/Sigit Nugroho)
News

Pemerintah Siapkan Skenario Jika Puncak Pandemi Corona Terjadi Juni-Juli 2020

Pemerintah siapkan skenario.

Kamis, 09 April 2020 17:58 WIB 09 April 2020, 17:58 WIB

INDOZONE.ID - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkap, pihaknya bersama Menkeu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), telah menyusun beberapa skenario terhadap PDB Indonesia tahun 2020, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia.

KSSK, kata Perry, telah memproyeksikan skenario berat, dimana dengan adanya kondisi seperti sekarang ini, untuk tahun 2020, PDB atau pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya mampu tumbuh di angka 2,3%.

Angka 2,3% itu, ungkap Perry, telah mempertimbangkan informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang memprediksi bahwa puncak pandemi corona di Indonesia, baru akan terjadi pada Juni-Juli 2020.

"Skenario itu yang kemudian menghasilkan angka pertumbuhan ekonomi 2,3% di 2020. Skenario pertumbuhan kuartal per kuartalnya seperti apa? pada saat itu disampaikan di kuartal I 4,7%, di kuarta II 1,1%, di kuartal III 1,3% dan kemudian naik di kuartal IV 2,4%. Itu memang skenario berat yang kita bahas, kita sepakati bersama pada saat itu menjadi acuan respons apa yang perlu dikeluarkan, ini yang mendasari perlu ada stimulus fiskal," ungkap Perry dalam video confference perkembangan perekonomian terkini, Kamis (9/4/2020).

Virus Corona,Covid-19,Gubernur BI
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Meski demikian, Perry tetap berharap bahwa skenario berat itu tidak sampai terjadi. Sebab menurutnya, pemerintah sudah sangat cepat merespons situasi ekonomi terkini, dengan pemberian stimulus fiskal senilai Rp405,1 triliun tersebut.

"Sekali lagi, skenario yang diterima itu dari satgas melalui Bu Menkeu, dan kemudian kita diskusikan dampaknya terhadap ekonomi, lalu dirumuskan adanya social savety net tersebut, untuk meredam dampak terburuk dari penyebaran wabah itu. Jadi 2,3% (PDB) itu skenario berat," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:
TAG
Edi Hidayat
Sigit Nugroho
JOIN US