Anies Baswedan Batasi Mobilitas Warga Jakarta Selama PSBB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membatasi mobilitas warganya demi mencegah penyebaran virus corona. (INDOZONE/Murti Ali Lingga)
News

Anies Baswedan Batasi Mobilitas Warga Jakarta Selama PSBB

Kurangi volume penumpang pada transportasi massal.

Rabu, 08 April 2020 21:53 WIB 08 April 2020, 21:53 WIB

INDOZONE.ID - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bakal membatasi mobilitas warganya dalam rangka mencegah penularan dan penyebaran virus corona (Covid-19). Salah satunya cara adalah dengan membatasi jumlah penumpang dan jam operasional transportasi publik.

Langkah ini juga sebagai tindak lanjut dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang segera diterapkan Pemerintah Pronvisi DKI Jakarta. 

"Transportasi massal itu dikuranginya pada volume penumpang per kendaraan. Misalnya bis kapasitas 50 orang, menjadi 25 orang. Gerbong kereta yang kapasitasnya misalnya 100 orang menjadi 50 orang," kata Anies dalam jumpa pers di Gedung Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Anies menyampaikan, pihaknya tidak membatasi atau mengurangi jumlah armada transportasi publik. Titik fokusnya pada jumlah penumpang yang akan diangkut serta jam operasionalnya.

"Operasionalnya berkurang. Dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, itu yang dikerjakan," tuturnya.

Virus Corona,PSBB,Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Indozone/Murti Ali Lingga)

Menurutnya, langkah pembatasan jumlah penumpang dan jam operasional transportasi publik pada dasarnya sudah dijalankan selama ini. Hanya saja belum dilakukan secara mengikat karena belum ada persetujuan pemberlakuan PSBB.

Ia menegaskan, upaya yang sudah dijalankan tersebut akan lebih dimasifkan lagi agar penularan dan penyebaran virus corona bisa dikendalikan.

"Jadi apa yang sudah berjalan tiga pekan ini akan kita jalankan terus. Intinya sebenarnya adalah pembatasan interaksi. Virus ini menular dari orang ke orang. Kalau interaksi antar orang itu terus berjalan, kita tidak bisa memutus mata rantainya," jelasnya.

Pemutusan mata rantai yang harus dikerjakan, lanjut Anies, adalah dengan cara mengurangi kegiatan yang membuat berkumpul. Baik dalam kegiatan sosial, budaya, agama, yang sifatnya mengumpulkan orang.

"Jadi substansinya adalah mengurangi interaksi antar warga yang punya potensi penularan. Bila itu kita kerjakan disiplin, Insya Allah kita bisa mengendalikan virus ini," pungkas Anies Baswedan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US