The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Akan Ada Ledakan Pasien Corona Usai Lebaran, Ini Kata Pakar Epidemiologi
Ilustrasi rapid test virus corona (Covid-19). (ANTARA/Umarul Faruq)
News

Akan Ada Ledakan Pasien Corona Usai Lebaran, Ini Kata Pakar Epidemiologi

Kasus akan meningkat selepas 1-2 minggu ke depan.

Senin, 25 Mei 2020 11:25 WIB 25 Mei 2020, 11:25 WIB

INDOZONE.ID - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif memperediksi akan terjadinya ledakan pasien corona (covid-19) setelah Idul Fitri 1441 Hijriah atau Lebaran 2020. Lalu bagaimana prediksi itu bakal terjadi?

Syahrizal menerangkan, data-data prediksi sudah menunjukkan bahwa setiap ada upaya membatasi pergerakan akan berdampak pada penurunan kasus baru corona. Namun sebaliknya, setiap ada pelonggaran akan berdampak pada peningkatan kasus harian. 

"Hal ini terjadi karena karena masih tingginya penularan di masyarakat. Apalagi kasus asymtomatic tinggi di kalangan orang muda yang bergerak," kata Syahrizal kepada Indozone, Senin (25/5/2020). 

Dia memprediksi, ledakan kasus corona akan terjadi setelah Lebaran. Terutama di daerah-daerah tujuan mudik dan kota besar yang menerima arus balik. Apalagi jika banyak warga yang masih tidak mematuhi anjuran pemerintah soal protokol kesehatan dan larangan mudik.

"Kasus akan meningkat selepas 1-2 minggu ke depan baik di daerah tujuan mudik maupun DKI Jakarta dan kota-kota besar di pulau Jawa yang menerima arus balik mudik. Rembesan mudik diperkirakan sekitar 2 juta penduduk," urainya.

virus corona, covid-19, lebaran 2020,
Dokter berdiri di depan salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta. (ANTARA/M Risyal Hidayat)

Sementara terkait kasus laporan harian beberapa hari lalu yang menunjukan peningkatan pasien corona hingga nyari 1.000 orang dalam sehari, dijalaskan Syahrizal karena peningkatan kapasitas pemeriksaan spesimen. Tapi, belum menggambarkan situasi penularan di masyarakat.

"Perkiraan saya puncak wabah akan terjadi jika kita sudah mampu memeriksa 10.000 spesimen per hari seperti target Pak Jokowi. Jika ini tercapai Indonesia akan melaporkan kasus 1.200-1.400 kasus dalam sehari," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
JOIN US
JOIN US