The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Aniaya Sopir Taksi yang Telat Antar Istri Pulang, Bahar bin Smith Tolak Diperiksa Polisi
Habib Bahar bin Smith. (ANTARA)
News

Aniaya Sopir Taksi yang Telat Antar Istri Pulang, Bahar bin Smith Tolak Diperiksa Polisi

Selasa, 24 November 2020 12:37 WIB 24 November 2020, 12:37 WIB

INDOZONE.ID - Tersangkut kasus penganiayaan sopir taksi online di Bogor hingga ditetapkan sebagai tersangka, Habib Bahar bin Smith menolak untuk diperiksa polisi di Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Hal ini diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi CH Patoppoi, Selasa (24/11/2020).

"Tidak mau diambil keterangan dia. Penyidik melakukan pemeriksaan sebagai tersangka," kata Patoppoi,

Dia menjelaskan, agenda pemeriksaan itu dilakukan pada Senin 23 November 2020 di Lapas Gunung Sindur, tempat Habib Bahar menjalani hukumannya.

Namun kedatangan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat ditolak.

Patoppoi menjelaskan, saat itu Habib Bahar meminta langsung bertemu di pengadilan untuk memberikan keterangannya sebagai terdakwa.

Namun, berita acara penolakan pemeriksaan tetap akan dikirimkan ke jaksa oleh penyidik.

"Sesegera mungkin. Mungkin minggu depan dilimpahkan ke kejaksaan," tegas Patoppoi.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat kembali menetapkan Habib Bahar jadi tersangka kasus penganiyaan.  

Adapun penetapan tersangka itu sesuai surat Ditreskrimum nomor : B/4094/X/2020/Ditreskrimum yang ditandatangani Patoppoi.

Gelar perkara kasus penganiayaan itu bermula dari laporan seorang berinisial A di daerah Bogor pada 2018.

Menurut Patoppoi, korban yang diduga dianiaya oleh Habib Bahar adalah pelapor itu sendiri yang merupakan sopir taksi daring.

Diduga Habib Bahar menganiaya sopir taksi itu karena mengantarkan istrinya dan pulang terlalu malam.

Peristiwa itu diduga dilakukan di sekitar kediamannya sendiri.

Sementara itu, Azis Yanuar yang merupakan kuasa hukum Habib Bahar mengatakan, kliennya menolak untuk diperiksa karena mereka menilai polisi mengada-ada dalam kasus ini.

Pasalnya, kata Yanuar, sudah ada perdamaian antara pelapor dan Habib Bahar. Menurut dia kuasa hukum dari pelapor sudah menyampaikan surat bukti perdamaian itu kepada polisi. 

"Pengacara pelapor kirim bukti tanda resi pengirimannya (surat perdamaian) kok ke kami, juga ke penyidik yang meriksa dikirim juga," ucap Azis.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US