The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

100 Dokter Meninggal Akibat Terinveksi Covid-19, 10 Persen dari Sumut, IDI Angkat Bicara
Petugas Kecamatan Cilandak membawa peti jenazah, kampanye bahaya COVID-19 di Jakarta, Senin (31/8/2020). (ANTARA)
News

100 Dokter Meninggal Akibat Terinveksi Covid-19, 10 Persen dari Sumut, IDI Angkat Bicara

Senin, 31 Agustus 2020 15:43 WIB 31 Agustus 2020, 15:43 WIB

INDOZONE.ID - Sebanyak 100 orang dokter dinyatakan meninggal dunia akibat pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Dari data tersebut ternyata 10 dokter atau 10 persennya berasal dari Sumatera Utara.

Terkait dengan fakta tersebut IDI Kota Medan pun angkat bicara terkait dengan Covid-19 bukannya menurun tapi nyatanya makin ganas.

"Namanya pandemi, seluruh pelosok (Indonesia) termasuk Medan itu potensial. Karena ini penyebarannya melalui droplet dan melalui udara, ini potensial sekali. Kapan ada kontak erat bisa terinveksi," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Medan dr Wijaya Juwarna Sp-THT-KL yang dihubungi Indozone.id, Senin (31/8/2020).

Dia menjelaskan kalau siapa saja bisa terinveksi Covid-19, apalagi jika mereka memiliki imun tubuh yang rendah.

Tidak hanya di Medan maupun Jakarta, di daerah lain juga memiliki potensi penularan virus corona yang sama.

Wijaya mengungkapkan belakangan ini ada kecendrungan kalau tenaga kesehatan (nakes) yang terinveksi ternyata mereka yang tidak langsung kontak menangani pasien Covid-19. 

"Ini banyak dokter justru mereka yang tidak menangani Covid-19 langsung yang terinveksi, misalnya yang bekerja di klinik. Kalau ditanya kenapa meninggal ya itu hak-nya Tuhan. Satu. Tapi khusus kasus ini kemungkinan mutasi genetik virus ini makin berkembang ke tren tipe yang sangat ganas," katanya.

Ini mengakibatkan banyak tenaga kesehatan berguguran dan meninggal dunia. Akibat virus yang makin ganas ini, penyebaran virus makin cepat, ditambah cepatnya perburukan klinis.

"Ini menyebabkan pasien banyak meninggal dunia," ujar Wijaya.

Faktor selanjutnya, menurutnya saat ini semua rumah sakit saat ini terpaksa menangani pasien Covid-19. Sehingga makin memperburuk keadaan.

"Saat ini semua rumah sakit menangani pasien Covid-19 bercampur dengan pasien non-covid. Maksud saya bukan masalah satu ruangan, tapi satu bangunan hingga sangat potensial dan beresiko," katanya.

Katanya, lalu lintas pasien harusnya dipisah antara pasien covid dan non-covid. Pasalnya nakes yang memakai alat pelindung diri (APD) level 3, menurutnya bisa menyebarkan virus kepada pasien atau nakes yang memiliki APD level 2.

"Satu bangunan artinya lalu lintas yang digunakan kan sama. Dia masuk IGD, masuk ke lift. Tapi lalu lintas yang dilaluinya ini kan ada pasien non-covid. Ada juga nakes yang memakai standar APD level 2, ini potensial dan beresiko (terinveksi)," jelasnya.

100 dokter meninggal dunia

IDI mencatat ada 100 orang dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19 selama enam bulan terjadinya pandemi, sejak Maret hingga Agustus 2020.

Jumlah ini berdasarkan rekapitulasi IDI hingga 30 Agustus 2020.

Data tersebut disampaikan Humas IDI Halik Malik dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2020).

Berikut daftarnya:

1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar FK UGM).

2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI/IDI Jakarta Timur).

3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat).

4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (IDI Kota Bandung).

5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (IDI Jakarta Selatan).

6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor).

7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi).

8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (IDI Jakarta Timur).

9. dr. Ucok Martin Sp. P (IDI Medan).

10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (IDI Prabumulih).

11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur).

12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS (IDI Jakarta Pusat).

13. Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI).

14. Dr. Bernadette Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar).

15. DR. Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) (IDI Jakarta Selatan).

16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangerang Selatan).

17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jakarta Selatan).

18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT (IDI Kab. Bekasi).

19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ (IDI Jakarta Selatan).

20. Dr. Karnely Herlena (IDI Depok).

21. Dr. Soekotjo Soerodiwirio SpRad (IDI Kota Bandung).

22. Dr. Sudadi, MKK, SpOK (IDI Jakarta Pusat).

23. Prof. Dr. H. Hasan Zain, Sp.P (IDI Banjarmasin).

24. Dr. Mikhael Robert Marampe (IDI Kab. Bekasi).

25. Dr. Berkatnu Indrawan Janguk (IDI Surabaya).

26. Dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Sp.S (IDI Medan).

27. Dr. Boedhi Harsono (IDI Surabaya).

28. Dr. Soeharno (IDI Kediri).

29. Dr. Amir Hakim Siregar SpOG (IDI Batam).

30. Dr. Ignatius Tjahjadi SpPD (IDI Surabaya).

31. Dr. Esis Prasasti Inda Chaula, SpRad (IDI Tegal).

32. Dr. Hilmi Wahyudi (IDI Gresik).

33. DR. dr Heru Prasetya, SpB, SpU (IDI Banjarmasin).

34. dr. Miftah Fawzy Sarengat (PPDS FK Unair, RS Soetomo, IDI Balikpapan)

35. dr. Bendrong Moediarso, SpF, SH (IDI Surabaya).

36. dr. H. Dibyo Hardianto (IDI Bangkalan).

37. dr. Deny Dwi Yuniarto (IDI Sampang).

38. dr. Gatot Prasmono (IDI Sidoarjo).

39. dr. Sukarno (IDI Sidoarjo).

40. dr. Arief Basuki SpAn (IDI Surabaya).

41. dr. Herry Nawing SpA (IDI Makassar).

42. dr. Theodorus Singara SpKJ (IDI Makassar).

43. dr. Nyoman Sutedja, MPH (IDI Denpasar).

44. dr. Putri Wulan Sukmawati (PPDS Anak FK Unair/RS Soetomo Surabaya).

45. dr. Sang Aji Widi Aneswara (IDI Semarang).

46. dr. Elianna Widiastuti (IDI Semarang).

47. dr. Agus Pramono (IDI Sidoarjo).

48. dr Ane Roviana (IDI Jepara).

49. dr. Sovian Endi (IDI Grobogan).

50. dr. Pepriyanto Nugroho (IDI Blitar).

51. dr. Ahmadi NH, Sp.KJ (IDI Semarang).

52. dr. Zulkiflie Saleh (IDI Banjarmasin).

53. dr. Abdul Choliq (IDI Probolinggo).

54. Prof. dr. H. Mgs. Usman Said, SpOG (K) (IDI Palembang).

55. dr. H. Khiarul Saleh, SpPD (IDI Palembang).

56. dr. Anna Mari Ulina Bukit (IDI Medan).

57. dr Herwanto SpB (IDI Kisaran).

58. dr. Maya Norismal Pasaribu (IDI Labuhan Batu Utara).

59. dr. Budi Luhur (IDI Gresik).

60. dr. Deni Chrismono Raharjo (IDI Surabaya).

61. dr Arif Agoestono Hadi (IDI Lamongan)

62. dr. Djoko Wiyono (IDI Surabaya).

63. Prof. Dr. dr. Andi Arifuddin Djuanna, SpOG (K) (IDI Makassar).

64. dr. Aldreyn Asman Aboet, SpAN, KIC (IDI Medan).

65. dr. M. Fahmi Arfa'i (IDI Semarang).

66. dr. M. Ali Arifin (IDI Sidoarjo).

67. dr. M. Hatta Lubis, SpPD (IDI Padang Sidempuan).

68. dr. Elida Ilyas, SpKFR (K) (IDI Jakarta).

69. dr. I Wayan Westa, Sp.KJ (K) (IDI Denpasar).

70. dr. Sony Putrananda (IDI Blitar).

71. dr. H. Muhammad Arifin Sinaga, MAP (IDI Langkat).

72. dr. Andhika Kesuma Putra, Sp.P (K) (IDI Medan).

73. dr. Edi Suwasono (IDI Kota Malang).

74. dr. Ahmad Rasyidi Siregar, SpB (IDI Medan).

75. dr. HM Syamsu Rizal (IDI Natuna).

76. dr. Dennis (IDI Medan).

77. dr. Adnan Ibrahim, SpPD (IDI Makassar).

78. dr. I Nyoman Sueta (IDI Denpasar).

79. dr. Paulus Sp.PD (IDI Jakarta Pusat).

80. dr. Sulis Bayu Sentono, dr., M.Kes., Sp.OT (K) (IDI Surabaya).

81. Prof. Dr. dr. R. Mohammad Muljohadi Ali, Sp.FK (IDI Malang Raya).

82. dr. Hery Prasetyo (IDI Blora).

83. dr. Sriyono (IDI Balikpapan).

84. dr. Sabar Tuah Barus SpA (IDI Medan).

85. dr. John Edward Feridol Sipayung (IDI Siantar Simalungun).

86. dr. Ach. Chusnul Chuluq Ar, MPH (IDI Malang Raya).

87. dr. Fatoni (IDI Ogan Komuring Ulu).

88. dr. Asriningrum Sp.S (IDI Mataram).

89. dr. R. Nurul Jaqin SpB (IDI Yogyakarta).

90. dr. Donni (IDI Deli Serdang).

91. dr. Adi Rahmawan (IDI Depok).

92. dr. Riyanto SpOG (IDI Tuban).

93. dr. Muh. Rum Limpo SpB (IDI Selayar).

94. dr. Titus Taba SpTHT-KL (IDI Sorong).

95. dr. H. Edisyahputra Nasution (IDI Samarinda).

96. dr. I Made Widiartha Wisna (IDI Buleleng).

97. dr. Nastiti Noenoeng Rahajoe, SpA (K)  (IDI Jakarta Pusat).

98. dr. Daud Ginting, SpPD (IDI Medan).

99. dr. Aris Sugiharjo, SpPD (IDI Hulu Sungai Tengah).

100. dr Edwin Marpaung, SpOT (IDI Medan).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US