The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

IPW Warning Polri Maraknya Judi Online, Khawatir Bandar Bisa Sponsori Pilkada Serentak
Ilustrasi judi online. (Istimewa)
News

IPW Warning Polri Maraknya Judi Online, Khawatir Bandar Bisa Sponsori Pilkada Serentak

Selasa, 14 Juli 2020 11:43 WIB 14 Juli 2020, 11:43 WIB

INDOZONE.ID - Mabes Polri lewat Satgas Merah Putih nya perlu bersikap tegas membubarkan, menangkap, dan menutup akses judi online yang semakin merajalela sekarang ini.

"Kita khawatir hasil judi online itu akan digunakan untuk mensponsori figur-figur yang dijagokan para bandar di pilkada serentak yang akan berlangsung Desember mendatang," kata Ketua Presedium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melalui keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2020). 

Sebab menurutnya judi online itu sekarang sudah terorganisir, terstruktur, dan masif serta tidak tersentuh hukum.

"Terbukti jajaran Polri membiarkannya marajalela hingga kini. Sejak berkembangnya pandemi Covid 19, perjudian online kian marak," kata Neta. 

Indikasi ini katanya, orang-orang "yang di rumah saja" butuh hiburan dan butuh pemasukan dana segar, sehingga cenderung mencari hiburan sambil berspekulasi dengan judi online.

"Tak heran jika pemasukan para bandar judi online ini mencapai ratusan miliar perhari," ujarnya.

Untuk mengamankan agar judi online ini tetap beroperasi, para bandar membentuk konsorsium yang dipimpin oleh Bong alias RBT.

Konsorsium membangun servernya jauh dari Jakarta, yakni di Vietnam, Kamboja, dan Filipina.

IPW mendesak Satgas Merah Putih Polri yang selama ini begitu sigap memburu bandar narkoba, bisa segera memburu para bandar judi online ini.

"Memang sangat aneh, saat ini Bareskrim Polri sudah memiliki unit Patroli Siber  tapi kenapa tidak mampu memburu praktek praktek perjudian online yang kian marak, yang markasnya hanya "selangkah" dari Mabes Polri," ungkapnya.

"Begitu juga Kementerian Informasi dan Informatika yang begitu tegas membasmi bisnis seks online, tapi kenapa tak mampu memberangus judi online," tambah Neta.

Ia mengatakan bisnis judi online memang menghasilkan dana segar yang sangat gurih, yang dananya bisa mengalir kemana-mana.

"Sebab itu para bandar membentuk membentuk konsorsium yang dipimpin Bong alias RBT, keponakan salah satu pemodal SDSB di era Soeharto," sebut Neta.

Neta menambahkan para bandar yang tidak bergabung dalam konsorsium disapu bersih oleh mereka, seperti judi online yang bermarkas di pertokoan R di Jakarta Barat. 

"IPW khawatir jika judi online ini dibiarkan, para bandarnya akan masuk mensponsori jago jagonya yang akan bertarung sebagai kepala daerah di pilkada serentak Desember mendatang. Dampaknya, mereka tidak hanya mengembang perjudian online ke daerah tapi juga akan terlibat dalam berbagai proyek pengadaan di daerah maupun menguasai lahan lahan pertambangan maupun perkebunan di daerah tempat jagoannya yang memenangkan pilkada tersebut," ungkap Neta.

Untuk itu Tim Satgas Merah Putih Polri perlu segera bertindak tegas menjaga Marwah Merah Putih Indonesia, dengan membubarkannya dan menangkapi para bandarnya serta menutup semua akses perjudian onlinenya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US