Rekannya Mau Dimakamkan Polisi, Politisi PAN Murka: Sini Virus Coronanya, Biar Saya Telan
Edi Saputra politisi PAN marah-marah dengan polisi yang ingin segera menguburkan rekannya yang diduga meninggal akibat corona. (Istimewa)
News

Rekannya Mau Dimakamkan Polisi, Politisi PAN Murka: Sini Virus Coronanya, Biar Saya Telan

SA, Kolega Edi Saputra meninggal diduga akibat corona

Selasa, 31 Maret 2020 12:14 WIB 31 Maret 2020, 12:14 WIB

INDOZONE.ID - Seorang politisi Partai Amanat Nasional (PAN) berinisial SA dinyatakan meninggal dunia diduga akibat terjangkit virus corona (COVID-19) di Rumah Sakit Madani Medan, Senin (30/3/2020).

Langkah pihak kepolisian yang perintahkan segera lakukan pemakaman terhadap jenazah itu sebagai standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien meninggal akibat corona ditentang oleh kolega korban.

Kolega kroban seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan, Edi Saputra lalu menghadang pihak kepolisian yang ingin menguburkan korban langsung.

Dia menuduh polisi tidak memiliki rasa kemanusiaan.

Bahkan dia menantang supaya polisi memberinya Virus Corona, untuk dia telan, sebagai bukti bahwa dia tidak takut sama virus corona dan kematian.

"Sini virus coronanya, biar saya telan," ujar Edi seperti dalam video yang beredar dalam grup media sosial.

Dalam video tampak dia berhadapan langsung dengan personil polisi. 

Anggota DPRD Medan Edi Saputra marah
Anggota DPRD Medan Edi Saputra marah ingin rekannya disemayamkan dulu. (Istimewa)

Kapolsek Medan Area, AKP Faidir menghimbau agar jasad almarhum segera dimakamkan.  Sebagai mana peraturan pemerintah terkait jasad yang terinfeksi virus Corona tanpa harus disemayamkan ke rumah duka. 

Sebab virus akan menyebar dan menjangkiti semua masyarakat di sana.

Namun Edi Sahputra anggota DPRD Medan tidak terima dengan imbauan tersebut. Dia malah terlibat cekcok dengan personil polisi yang menyampaikan himbauan pemerintah.

Anggota DPRD Medan Edi Saputra marah-marah
Anggota DPRD Medan Edi Saputra marah-marah (Istimewa)

Edi malah mengancam akan menuntut petugas polisi tersebut. Sambil berteriak Edi mengatakan bahwa dirinya anggota dewan yang telah dijamin negara.

“Cara abang itu salah, nanti abang kutuntut,” ancam Edi Saputra sambil menunjuk anggota kepolisian.

Katanya perintah dengan prosedur beda, bahakan dia menjual nama Kapolrestabes Kombes Johnny Eddizon Isir untuk memperlancar urusannya.

"Perintah dan prosedur beda, pak Kapolres udah nelfon," sahut Edi.

"Kami panggil kalian nanti, berlebihan kalian itu, jangan begitu, aku aja gak takut mati, kenapa kalo mati, matinya itu. Tembak aja kami biar mati. Siapa bilang positif (corona), kalian aja polisi," teriaknya sambil marah-marah.

Namun Kapolsek Faidir menegaskan kalau Kapolrestabes lah yang menyurunya agar warga jangan ada yang sampai keluar dari gang, pasalnya bakal ada dilakukan penyemprotan disenfektan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US