The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Heboh Ivermectin Diklaim Obat Terapi Covid-19, Begini Kata DPR
lustrasi obat Ivermectin (Pexels)
News

Heboh Ivermectin Diklaim Obat Terapi Covid-19, Begini Kata DPR

Tak perlu gaduh.

Rabu, 23 Juni 2021 11:39 WIB 23 Juni 2021, 11:39 WIB

INDOZONE.ID - Belakangan ini obat untuk mengatasi parasit seperti cacing yakni Ivermectin menjadi perbincangan. Hal ini usai Menteri BUMN Erick Thohir menyebut obat tersebut bisa menjadi obat terapi kesembuhan Covid-19.

Terkait hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan sebaiknya semua pihak tak perlu mempermasalahkan Ivermectin yang sedianya mendapat izin sebagai obat cacing kini disebut sebagai obat terapi Covid-19.

Baca juga: Viral Istri Gerebek Suami dan Selingkuhan, Pelakor Ngamuk hingga Celana Melorot

"Jadi saya kira enggak masalah sekarang ini kita berpikir positif, segala upaya, segala daya yang memungkinkan ke arah untuk menanggulangi Covid-19 untuk membuat treatmen yang sedang sakit untuk bisa lebih baik kondisinya kita dukung enggak ada masalah," kata Rahmad kepada Indozone di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Rahmad berujar tidak mungkin begitu saja penggunaan obat Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19. Namun pastinya mengaju kepada beberapa jurnal atau rekomendasi dari negara lain yang dikabarkan turut menggunakannya.

"Jadi bukan tanpa dasar ya dari jurnal menggunakan obat ini dalam rangka untuk memerangi Covid-19 dan saya kira hal yang positif saja," imbuhnya.

Lebih jauh, politisi PDIP ini menekankan semua pihak tak perlu membuat gaduh dan saling berdebat ihwal Ivermectin tersebut. Sebaiknya menyerahkan kepada yang lebih memahami dibandingkan sembuat kegaduhan.

"Tidak perlu memperdebatkan itu, biarlah dokter yang memutuskan, biarlah tim medis yang memutuskan penggunanya. Kita yang tidak paham dari sisi medis serahkan sepenuhnya kepada medis," tuturnya.

Memang diakuinya sampai saat ini belum ada obat yang terbukti ampuh untuk menghambat laju penularan Covid-19. Namun baiknya jika ada obat yang dianggap efektif untuk proses penyembuhan maka disebutnya itu adalah sebuah energi yang positif.

"Karena memang obatnya belum ada dan untuk menanggulangi dan memerangi kita menggunakan jurnal-jurnal yang sebulmnya ada dilakukan di luar negeri terhadap obat-obat yang sudah dipakai terus kemudian pengalaman negara lain yang menggunakan obat itu," tandasnya.

Artikel menarik lainnya

TAG
Susi Fatimah
Harits Tryan Akhmad

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US