The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ungkapan Pilu Ijeck Wagub Sumut Usai Mas Tomy Meninggal: Andai Waktu Mundur Kembali
Musa Rajekshah Wakil Gubernur Sumut mengiringi kepergian Budi Utomo Dirut Bank Sumut. (Instagram)
News

Ungkapan Pilu Ijeck Wagub Sumut Usai Mas Tomy Meninggal: Andai Waktu Mundur Kembali

Sabtu, 17 April 2021 12:14 WIB 17 April 2021, 12:14 WIB

INDOZONE.ID - Ungkapan pilu dirasakan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah yang kehilangan Muchamad Budi Utomo teman sekaligus rekan kerja di pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

Budi Utomo merupakan Direktur Utama Bank Sumut telah berpulang pada Kamis (15/4/2021) pukul 13.36 WIB. Budi Utomo meninggal dunia pada usia 55 tahun.

Almarhum dinyatakan meninggal karena kelelahan saat menjalani penanganan medis di RS USU Medan.

Dia sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung dan sudah menjalani operasi di RS Colombia Asia Jakarta

Namun ternyata kepergian Budi Utomo yang disapa Mas Tomy oleh Ijeck memberikan kesan mendalam. Dia mengaku merasa menyesal tidak merelakan untuk mundur dari Bank Sumut supaya bisa pensiun dan menghabiskan waktu dengan istri di masa tuanya.

"Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un. Sesungguhnya kita adalah milik Allah SWT dan kita akan kembali kepadaNya. Alm Bapak Muchamad Budi Utomo, yang akrab kami panggil Mas Tomy, semalam telah kembali ke sisi Allah SWT," tulis Ijeck dalam akun Instagramnya seperti yang dikutip Indozone, Sabtu (17/4/2021).

Ijeck pun menyebut kalau baik itu langkah, rezeki, pertemuan dan maut merupakan rahasia Allah SWT. Kita manusia hanya berencana, Allah yang menentukan segalanya.

Awal penunjukan Mas Tomy sebagai Dirut Bank Sumut untuk memajukan bank milik Pemprov tersebut tidak langsung disetujui oleh yang bersangkutan.

"Saya ingat beliau bilang, 'Saya sudah pensiun jek, mau hidup tenang dengan istri,' kata Mas Tomy. Saya terus bujuk beliau, karena saya kenal betul Mas Tomy ini, kemampuan dan komitmennya sangat diperlukan memajukan Bank Sumut," kata Ijeck.

Namun Mas Tomy meminta waktu untuk berpikir. Beberapa waktu kemudian, setelah dia berpikir matang, disaksikan oleh istrinya, beliau setuju, tapi dengan syarat, Bank Sumut Syariah juga ikut dibesarkan.

"Alhamdulilah, kami berjabat tangan," sebutnya.

Beberapa bulan yang lalu, Mas Tomy mengatakan kepadanya ingin mundur saja dari Bank Sumut, kurang diterima dengan baik, sebab niat baiknya memimpin Bank Sumut.

"Saya bilang ke beliau, 'Mas Tomy tak sendiri'. Kami (Gubernur/Wakil Gubernur) bersama sama mendukung Mas Tomy untuk kebaikan dan kebenaran," katanya.

Hingga dua bulan lalu beliau bilang ingin mundur sebab dokter sarankan beristirahat.

"Saya bilang, 'mas jangan resign dulu, ambil cuti panjang istirahat, beberapa lama silahkan, kawan kawan direksi lain bisa bantu sampai Mas Tomy sehat'. Surat cuti juga sudah keluar untuk 2 minggu ke depan dan berlaku Senin depan," ungkap Ijeck.

Sabtu (10/4) kemarin mereka masih berjumpa, masih saling bercerita, mengenai pekerjaan, kesehatan dan tentang hobi otomotif kami yang memang sama.

"Saya juga ajak almarhum iktikaf Bulan Ramadan ini. Saya bilang, 'Mas Tomy, nanti ikut ya iktikaf 3 hari di masjid bulan Ramadan ini,'. Mas Tomy senyum, dan bilang, 'iya Jek, saya mau'," begitulah pesannya kepada Ijeck.

Namun kini, semua tinggal kenangan. Ijeck merasa menyesal tidak mengabulkan permintaan Mas Tomy saat ingin beristirahat mundur dari Bank Sumut karena masalah kesehatan.

"Andai waktu mundur kembali, saya akan setujui lebih awal Mas Tomy istirahat kerja pulihkan kesehatan," beber Ijeck.

"Kita tak pernah tahu rahasia Ilahi. Allah SWT lebih sayang dengan Mas Tomy, di bulan Ramadan yang penuh barokah ini, Mas Tomy kembali ke sisiNya. Selamat jalan kembali kepada Allah SWT saudaraku," katanya lagi.

Artikel menarik lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US