Kuasa Hukum UAS Beberkan 8 Poin Penting Terkait Perceraian UAS
Instagram/@ustadzabdulsomad_official
News

Kuasa Hukum UAS Beberkan 8 Poin Penting Terkait Perceraian UAS

Jumat, 06 Desember 2019 11:41 WIB 06 Desember 2019, 11:41 WIB

INDOZONE.ID - Kabar perceraian Ustadz Abdul Somad (UAS) dengan sang istri, Mellya Juniarti menjadi perbincangan publik di Tanah Air. Terkait dengan ini, kuasa hukum UAS, Hasan Basri membeberkan delapan poin penting dari perceraian kliennya tersebut.

Hasan menyampaikan poin tersebut dalam sebuah video berjudul "Video Klarifikasi UAS" di akun Instagram @sahabatuasofficial. Ia mengatakan bahwa UAS dengan sang istri telah berpisah rumah sejak tahun 2016.

UAS
Instagram/@ustadzabdulsomad_official

Dalam video itu, Hasan menuturkan bahwa UAS telah melakukan berbagai cara untuk mempertahankan rumah tangganya, namun tak kunjung berhasil.

"UAS telah melakukan tahapan-tahapan sesuai ajaran syariat Islam, nasihat pisah ranjang, musyawarah dan konsultasi keluarga, talak 1 dan talak 2 yang berakhir tahap berpisah tempat tinggal pada bulan Mei 2016 sampai sekarang ini," kata Hasan.

Hasan juga menambahkan bahwa UAS telah memberikan nafkah dan fasilitas untuk istrinya sebelum resmi bercerai. UAS juga bertanggung jawab atas segala kebutuhan anak-anaknya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Sahabat UAS (@sahabatuasofficial) on

Berikut ini delapan poin penjelasan Hasan Basri selaku kuasa hukum UAS.

Bismillahirrohmanirrahim

Klarifikasi Ustadz Abdul Somad (UAS)

Saya Hasan Basri S.Ag. SH. MH. Kuasa Hukum Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan terkait berita perceraian antara UAS dengan Mellya Juniarti sebagai berikut:

1. Bahwa Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Mellya Juniarti menikah pada tanggal 20 Oktober 2012 dan telah dikarunia seorang anak laki-laki.

2. Bahwa permasalahan rumah tangga Ustadz Abdul Somad sudah lama terjadi, hampir empat tahun yang lalu jauh sebelum UAS sebagai pendakwah yang populer dan viral di media sosial.

Berbagai usaha telah dilakukan oleh UAS untuk mempertahankan rumah tangganya terutama sebagai kepala rumah tangga dalam mendidik Mellya Juniarti namun tetap tidak berhasil dan tidak berubah. UAS telah melakukan tahapan-tahapan sesuai ajaran syariat Islam, nasihat pisah ranjang, musyawarah dan konsultasi keluarga, talak 1 dan talak 2 yang berakhir tahap berpisah tempat tinggal pada bulan Mei 2016 sampai sekarang ini.

3. Bahwa oleh karena tidak ingin berlarut-larut yang tentunya akan menimbulkan fitnah mudarat yang lebih besar di kemudian hari. Hal ini sesuai dengan kaidah fikih yang berbunyi darulmafasid aula min jalbi masalih. Mengantisipasi dampak negatif harus diprioritaskan daripada mengejar kemaslahatan yang belum jelas, apabila berlawanan antara satu mafsadat dengan maslahat maka yang didahulukan adalah mencegah mafasdatnya asyyuti alasbah wannazhir.

4. Bahwa UAS walaupun sudah berpisah, lebih kurang 4 tahun yang lalu namun tetap bertanggungjawab memberikan nafkah bulanan dan fasilitas untuk bu Mellya Juniarti terkhusus ananda yang tercinta. UAS selalu menyediakan waktu secara khusus dalam kesibukan dakwahnya untuk tahap tetap bersama menemani bermain, jalan-jalan dan lain, layaknya orang tua yang selalu menyayangi dan mendidik anaknya.

5. Bahwa UAS sebagai warga negara yang baik, maka pada 12 Juli 2019 mengajukan secara resmi permohonan cerai talak ke Pengadilan Agama Bangkinang dengan nomor perkara 604/PDTG/2019/PAPBKN dan telah diputus oleh majelis hakim pada tahap proses persidangan kesebelas pada hari Selasa tanggal 3 Desember 2019 dengan diktum putusan memberi izin kepada pemohon Abdul Somad Batubara bin Bahtiar untuk menjatuhkan talak raj'i satu terhadap termohon Mellya Juniarti di depan sidang Pengadilan Agama Bangkinang.

6. Bahwa di saat ketidakharmonisan rumah tangga terus terjadi dan tanpa solusi perceraian bukan langkah mudah mungkin bisa terjadi pada siapapun dan manusiawi. Ustadz Abdul Somad sangat menyadari Allah SWT sangat berkuasa atas semua takdir manusia dan Allah SWT akan menguji hambanya sesuai kapasitas masing-masing.

7. Bahwa setiap orang akan membaca dan berpikir dengan cara berbeda, kebaikan tidak selalu dihargai, keburukan tidak selalu dinistai. Aku tidak perlu menjelaskan tentang diriku karena musuhku tidak percaya dan sahabat-sahabatku tidak memerlukan itu, ungkapan Sayyidina Ali Karomahullahu Wajhah.

8. Bahwa setiap hidup bukanlah siapa yang terbaik tetapi seberapa banyak kebaikan yang bisa kita lakukan apapun cobaan yang menimpa harus kita hadapi dengan sikap positif. Semoga dapat dimaklumi.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Indozone
Putri

Putri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU